Bukan Sekadar Tren, AI Mulai Ambil Peran dalam Percepatan Transisi Energi Nasional
Ekosistem startup Indonesia sedang berada di titik persimpangan penting antara kemajuan AI dan tuntutan transisi energi berkelanjutan.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Ekosistem startup Indonesia sedang berada di titik persimpangan penting antara kemajuan teknologi kecerdasan buatan (AI) dan tuntutan transisi energi berkelanjutan.
Menjawab tantangan tersebut, UD IMPACT resmi menggelar forum “MAJU:ON Dialogue on Entrepreneurship, Powered by AI” hasil kolaborasi strategis dengan raksasa energi SK Innovation E&S.
Forum ini bukan sekadar ajang temu bisnis, melainkan ruang dialog strategis untuk menyelaraskan inovasi sektor swasta dengan prioritas nasional, terutama dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs).
Melalui pendekatan berbasis data, inisiatif ini bertujuan membangun kepercayaan antara pembuat kebijakan dan inovator teknologi di tanah air.
CEO UD IMPACT, Jeongheon Kim, melihat Indonesia sebagai poros strategis dalam peta inovasi global.
Dalam pantauannya melalui MAJU:ON Indonesia 2025, ia menyoroti besarnya potensi generasi muda Indonesia dalam menciptakan solusi lingkungan yang relevan.
“Kami berkomitmen mendukung wirausahawan secara intensif di setiap tahapan. Harapannya, mereka tidak hanya kuat di pasar domestik, tetapi juga memiliki daya saing untuk berekspansi ke tingkat global,” ujar Jeongheon.
Program ini berperan sebagai katalis yang menghubungkan startup dengan akses permodalan, validasi pasar, hingga jaringan pemerintah.
Kehadiran SK Innovation E&S sebagai mitra utama memberikan bobot lebih, terutama dalam mentransfer keahlian di sektor transisi energi dan keberlanjutan.
Baca juga: Perluas Literasi Digital, Masyarakat Diajak Manfaatkan AI Secara Produktif dan Inklusif
Akselerasi Bisnis Lewat AI Coaching
Salah satu pembeda utama dalam program ini adalah penggunaan AI Coaching Solutions.
UD IMPACT mendorong para pendiri startup untuk menggunakan AI bukan sekadar sebagai tren, melainkan alat pengambilan keputusan berbasis data.
Teknologi ini membantu wirausahawan untuk:
- Meningkatkan kesiapan eksekusi bisnis secara presisi.
- Membangun model bisnis yang lebih responsif terhadap dinamika pasar.
- Mengukur dampak sosial dan lingkungan secara akurat.
Sejak diluncurkan tahun lalu, antusiasme terhadap MAJU:ON tergolong masif.
Tercatat lebih dari 500 peserta muda berpartisipasi dengan menghasilkan 137 ide bisnis inovatif.
Angka ini melampaui ekspektasi awal dan menjadi modal kuat bagi pengembangan MAJU:ON Cohort 2 mendatang.
Ke depan, kolaborasi ini diharapkan mampu menciptakan tolok ukur baru bagi industri.
Inovasi yang lahir tidak hanya berhenti sebagai purwarupa, tetapi bertransformasi menjadi solusi nyata yang sejalan dengan arah kebijakan energi dan lingkungan di Indonesia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/CEO-UD-IMPACT-Jeongheon-Kim.jpg)