BWF World Tour
Kejutan Hasil Semifinal All England 2026: Mimpi Kunlavut Dirusak Giant Killer dari Taiwan
Giant Killer asal Taiwan, Lin Chun Yi, merusak mimpi Kunlavut Vitidsarn (Thailand) yang berambisi juara All England 2026.
Ringkasan Berita:
- Si Giant Killer dari Taiwan, Lin Chun-Yi rusak mimpi Kunlavut Vitidsarn (Thailand)
- Impian Kunlavut segel gelar All England 2026 sebelum sistem skor baru BWF dimulai ambyar
- Lin berhasil menundukkan calon penghuni ranking 1 dunia, Kunlavut, di semifinal All England 2026
TRIBUNNEWS.COM - Kejutan hasil semifinal All England 2026 dari sektor tunggal putra menunjukkan keberhasilan Lin Chun-Yi (Taiwan) meraih tiket final turnamen bulu tangkis tertua tersebut pada Sabtu (7/3/2026).
Sang "Giant Killer" asal Taiwan ini mampu menundukkan calon penghuni peringkat satu dunia pekan depan, Kunlavut Vitidsarn (Thailand).
Bertarung sengit di Utilita Arena, Birmingham, Inggris, Lin sukses menumbangkan Kunlavut dengan skor 21-14, 18-21, dan 21-16 dalam durasi tanding 78 menit.
Kemenangan ini membawa Lin pada capaian tertinggi dalam kariernya di turnamen level Super 1000, yakni mencapai partai puncak untuk kali pertama.
Sebelumnya, pencapaian terbaik deputi Chou Tien Chen ini di level Super 1000 adalah babak semifinal Malaysia Open 2024. Namun kali ini, ia berhasil meningkatkan torehan prestasinya.
Julukan "Giant Killer" sangat layak disematkan kepada Lin sebagai wakil non-unggulan. Pasalnya, sejak babak awal ia terus menumbangkan pemain-pemain elite.
Mulai dari Jonatan Christie di babak 16 besar, Christo Popov di perempat final, hingga akhirnya menggulung Kunlavut di semifinal.
Runtuhnya Mimpi Kunlavut
Tunggal putra andalan Thailand, Kunlavut Vitidsarn, sebenarnya membawa ambisi besar di panggung All England Open 2026.
Pemain berusia 24 tahun ini secara terbuka menyatakan bahwa menjuarai turnamen tertua di dunia tersebut merupakan target terakhir dalam daftar impian karier besarnya.
Gelar ini diharapkan dapat melengkapi koleksi medali Kejuaraan Dunia dan Olimpiade yang telah ia raih sebelumnya.
Baca juga: Hasil Semifinal All England 2026: Thom/Delphine Runtuhkan Dominasi Ganda Campuran China
"Ini adalah target terakhir saya, yakni memenangkan gelar All England. Saya sudah memiliki medali di Kejuaraan Dunia dan Olimpiade," papar Kunlavut sebagaimana dikutip dari laman resmi BWF.
Ia menambahkan bahwa ada tekanan besar karena melihat banyak pemain Thailand berkompetisi di sini, namun ia selalu ingin memberikan yang terbaik.
Motivasi Kunlavut tahun ini tampak lebih mendesak seiring adanya wacana perubahan sistem skor dari 21x3 menjadi 11x5 oleh BWF yang akan mulai dikaji pada April mendatang.
Ketidakpastian mengenai aturan baru tersebut memicu motivasi ekstra baginya untuk menaklukkan All England di bawah format standar yang berlaku saat ini.
Sayangnya, impian besar utusan Thailand ini harus tertunda karena langkahnya terhenti di babak semifinal.