Kamis, 28 Mei 2026

Aurelie Moeremans Prihatin dengan Kondisi Papua, Ingat Lihat Sendiri Ketakutan Burung Cendrawasih

Aurelie Moeremans bicara tentamg Papua saat ramainya perbincangan mengenai film Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita.

Tayang:
YouTube Mantra News
PRIHATIN PAPUA - Aurelie Moeremans bicara tentamg Papua saat ramainya perbincangan mengenai film Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita.Aurelie Moeremans  juga menyematkan tagar #PapuaBukanTanahKosong. Ia pun membagikan pengalaman emosional saat pernah mengunjungi Papua melalui unggahan video di media sosial. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Bayu Indra Permana

Ringkasan Berita:
  • Aurelie Moeremans bicara tentamg Papua saat ramainya perbincangan mengenai film Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita.
  • Aurelie Moeremans  juga menyematkan tagar #PapuaBukanTanahKosong.
  • Ia pun membagikan pengalaman emosional saat pernah mengunjungi Papua melalui unggahan video di media sosial.

 

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Aktris Aurelie Moeremans membagikan pengalaman emosional saat pernah mengunjungi Papua melalui unggahan video di media sosial.

Di tengah ramainya perbincangan mengenai film Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita, ia juga menyematkan tagar #PapuaBukanTanahKosong.

Baca juga: Kisah Aurelie Moeremans Menjalani Hari Pertama sebagai Ibu, Panik Anak Rewel karena Popok Penuh

Dalam video yang diunggah tersebut, Aurelie mengaku perjalanan itu meninggalkan ketakutan besar yang masih membekas sampai sekarang.

Aurelie mengaku saat itu adalah momen pertama melihat burung Cendrawasih secara langsung yang justru membuatnya terpukul.

“Oke, tanggapan aku, ini pertama kali aku melihat Cendrawasih secara langsung di hutannya, dan aku hancur,” ujar Aurelie Moeremans dikutip Tribunnews.com, Selasa (26/5/2026).

Ia lalu menceritakan penjelasan yang didapat dari masyarakat setempat soal perubahan perilaku burung ikonik Papua tersebut.

Baca juga: Aurelie Moeremans Terharu Pertama Kali Menyusui Anaknya

“Katanya burung itu takut mendekati tanahnya sendiri. Harus terbang makin tinggi, makin tinggi, makin jauh dari rumahnya, karena di bawah sana hutannya sudah tidak sama lagi," tutur Aurelie.

"Dibabat, diganti, diambil oleh orang-orang yang mungkin nggak pernah ke sini, yang nggak pernah melihat ini semua, yang nggak tahu betapa indahnya yang mereka rusak,” katanya.

Aurelie bahkan menyinggung persoalan eksploitasi yang menurutnya dilakukan demi keuntungan tanpa batas, hingga merusak ekosistem alam di Papua.

“Demi keuntungan yang nggak akan pernah mereka rasakan cukup,” lanjutnya.

“Aku ke sini sama WWF untuk melihat, belajar, merasakan langsung. Dan yang aku bawa pulang bukan oleh-oleh, tapi ketakutan,” ucapnya.

Ketakutan yang dimaksud Aurelie berkaitan dengan masa depan satwa dan hutan Papua. Ia sangat takut jika anak hingga cucunya nanti hanya bisa melihat burung Cendrawasih di buku saja.

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved