Ramadan 2026
Ekspresikan Perjalanan Spiritual Ramadan, Candil Rilis Trilagu ‘Sinyalturahmi’
Musisi Candil hadirkan karya religi berbeda lewat proyek bertajuk Sinyalturahmi: Trilagu Ramadhan.
Ringkasan Berita:
- Musisi Candil hadirkan karya religi berbeda lewat proyek bertajuk Sinyalturahmi: Trilagu Ramadhan.
- Trilogi lagu tersebut bukan sekadar rangkaian karya musik religi.
- Komposisi lagu ii juga refleksi perjalanan batin selama Ramadan.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Musisi rock Tanah Air, Dian Dipa Chandra atau Candil, menghadirkan karya religi berbeda lewat proyek bertajuk Sinyalturahmi: Trilagu Ramadhan.
Melalui tiga lagu yang dirilis secara bertahap, Candil ingin menggambarkan perjalanan spiritual umat Muslim dari awal Ramadan hingga menjelang Hari Raya.
Baca juga: Biasa Pegang Mic, Candil Eks Serieus Band ‘Dipermak’ Jadi Dukun Nyentrik: Mukanya Galak Tapi Lucu
Ia menjelaskan, trilogi lagu tersebut bukan sekadar rangkaian karya musik religi, tetapi juga refleksi perjalanan batin yang dialami selama bulan suci.
“Gue ingin Ramadan tahun ini punya warna yang beda, dari gahar, megah, lalu berakhir hangat. Ini perjalanan frekuensi spiritual gue yang gue sebut Sinyalturahmi,” ujar Candil saat ditemui di M Bloc Space, Jakarta Selatan, Rabu (11/3/2026).
Candil menyebut konsep “Sinyalturahmi” sebagai gambaran upaya manusia untuk kembali menyambungkan “sinyal” spiritual yang sempat terputus dengan Sang Pencipta.
Baca juga: Masih Aktif Bermusik, Candil Ungkap Impiannya Punya Lagu yang Dijadikan Film
Dalam trilogi tersebut, Candil membuka perjalanan musiknya lewat lagu berjudul “Yaa Ramadhan.”
Lagu ini hadir dengan energi pop rock, menggambarkan antusiasme menyambut datangnya bulan suci.
Memasuki pertengahan Ramadan, Candil menghadirkan lagu “Dengan MU” yang menjadi titik refleksi spiritual dalam trilogi tersebut.
Lagu ini dibalut aransemen rock metal yang dipadukan dengan philharmonic orchestra, menghadirkan nuansa megah sekaligus dramatis.
“Justru kami mencoba menghadirkan eksplorasi aransemen yang lebih luas, mulai dari pop rock, orkestrasi hingga sentuhan jazz dan bossa. Candil punya karakter vokal yang sangat kuat, dan itu kami dorong menjadi pusat energi dari trilagu ini,” jelas Bubi Sutomo sebagai produser.
Sementara sebagai penutup, Candil merilis lagu “Bermaafan Bersalaman.”
Lagu ini mengusung nuansa jazzy bossa orchestra yang lebih santai dan hangat, sekaligus menegaskan pesan tentang pentingnya saling memaafkan menjelang Idul Fitri.
(Tribunnews.com/Fauzi Alamsyah)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/CANDIL-RELIGI.jpg)