Senin, 8 Juni 2026

Berita Viral

SMK Bina Warga Mengaku Malu usai Muridnya Lakukan Pengeroyokan hingga Videonya Viral: Geng Blunder

Pelajar SMK Bogor dikeroyok 6 orang dan videonya viral. Sekolah sebut kasus ini mencoreng nama institusi dan akan beri sanksi.

Tayang:

Ringkasan Berita:
  • Seorang siswa SMK Bina Warga Bogor berinisial R menjadi korban pengeroyokan oleh enam pelajar lain.
  • Aksi kekerasan tersebut terekam video dan viral di media sosial, memicu sorotan publik.
  • Empat pelaku berasal dari sekolah yang sama, sementara dua lainnya dari sekolah berbeda.
  • Guru sekolah menyebut kejadian ini mencoreng nama sekolah dan berterima kasih atas respons cepat kepolisian.
  • Pihak sekolah menegaskan akan memberikan sanksi sesuai pelanggaran setelah evaluasi riwayat siswa.

TRIBUNNEWS.COM - Pelajar kembali jadi korban aksi kekerasan yang dilakukan oleh pelajar lainnya.

Terbaru ini, seorang siswa SMK Bina Warga Kota Bogor berinisial R yang masih duduk di bangku kelas 11 jadi korban pengeroyokan oleh enam orang pelajar lainnya.

Bahkan, videonya yang menunjukkan ia diinjak-injak viral di media sosial.

Kasus ini jadi sorotan karena kasus kekerasan di lingkungan sekolah masih jadi masalah serius yang harus ditangani.

Mengutip pusiknas.polri.go.id, pada Januari hingga November 2026 saja, ada 14 ribu lebih anak di bawah 20 tahun yang jadi korban kekerasan.

Dari data tersebut 55,5 persen merupakan perundungan dengan kekerasan fisik.

Setelah ditelusuri, ternyata empat pelaku masih satu sekolah dengan korban dan dua pelaku lainnya beda sekolah.

Denny Mulyadi selaku Guru SMK Bina Warga pun mengaku kejadian ini mencoreng wajah sekolah.

"Kejadian ini cukup memalukan kami (sekolah). Pelaku dan korban ini sebetulnya satu sekolah,"

"Dan setelah menemukan video viral, alhamdulillah respon dari polisi sangat cepat,"

"Kami merasa terbantu untuk membina anak-anak kami," kata Denny kepada TribunnewsBogor.com, Jumat (5/6/2026) di Mako Polresta Bogor Kota.

Baca juga: Seorang Pelajar SMK di Bogor Dianiaya 6 Orang, Polisi Sebut Korban Ingin Masuk Geng

Ia menuturkan, aksi pengeroyokan ini masih dilakukan oleh satu tongkrongan atau basis atau geng.

Tongkrongan tersebut, lanjut Denny, dibentuk supaya pelajar yang satu tongkrongan merasa aman saat pulang maupun berangkat sekolah.

"Tapi, akhirnya dengan basis ini mereka malah blunder sendiri," ujarnya.

Ia menuturkan, pihak sekolah juga akan memberikan sanksi.

Sesuai Minatmu
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved