Minggu, 3 Mei 2026

Dokter Internship di Jambi Meninggal Diduga Akibat Jam Kerja Berlebih, Begini Sikap Keluarga

Dari hasil pemeriksaan medis, seharusnya dr Myta dirujuk ke RSUD Raden Mattaher Jambi yang memiliki fasilitas lengkap.

Tayang:
Penulis: Erik S
Tribunnews.com/Istimewa/HO
KELEBIHAN BEBAN KERJA - Myta Apriliani dokter internship di RSUD KH Daud Kuala Tungkal, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Jambi, meninggal dunia diduga akibat kelelahan bekerja. 

Ringkasan Berita:
  • Dokter internship Myta Apriliani meninggal diduga kelelahan bekerja setelah dirawat intensif di Palembang.
  • Selama magang, Myta bekerja melebihi aturan, mengalami kelelahan, dan terlambat dirujuk saat kondisi memburuk.
  • Keluarga menunggu investigasi Kemenkes untuk memastikan penyebab kematian, sementara pihak rumah sakit membantah tuduhan pelanggaran.

TRIBUNNEWS.COM, JAMBI -  Myta Apriliani dokter internship di RSUD KH Daud Kuala Tungkal, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Jambi, meninggal dunia diduga akibat kelelahan bekerja.

Dokter Myta Apriliani meninggal dunia pada  Jumat (1/5/2026) setelah dirawat intensif di RS Mohammad Hoesin, Palembang, Sumatera Selatan.

Pengurus Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) merangkap Ketua Ikatan Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya (Unsri), dr Ahmad Junaidi Ahmad menceritakan, dr Myta ditempatkan magang di RSUD Kuala Tungkal bersama tiga dokter lainnya sejak Agustus tahun lalu.

Sesuai aturan, masa magang dr Myta Apriliani akan berakhir tiga bulan ke depan dan Myta akan mendapatkan penempatan tugas barunya.

Namun, selama masa magang itu, pihak rumah sakit di Kuala Tungkal diduga menerapkan jam kerja berlebih. 

Myta bekerja selama 12 jam sehari di instalasi gawat darurat.

Padahal, Kemenkes telah mengatur program dokter magang, termasuk aturan terkait jam kerja.

Tiap dokter magang memiliki jam kerja selama 40-48 jam per minggu atau 8 jam per hari dengan lama waktu internship selama 12 bulan.

Selain 12 jam kerja, menurut Ahmad, jam kerja dr Myta Apriliani akan bertambah panjang jika pasien yang ditangani belum tuntas penanganannya saat pergantian sif.

Ini menyebabkan Myta Aprilia mengalami keletihan berkepanjangan.

"Padahal, mestinya penanganan itu bisa dioper ke dokter jaga berikutnya,” ujarnya, Sabtu (2/5/2026).

Selama menjalani tugas di RSUD KH Daud Arif, Myta beberapa kali mengeluhkan sakit.

Ia mengalami batu dan sesak nafas dan sempat berobat di rumah sakit tempatnya magang.

Baca juga: Kemenkes Kirim Tim Terpadu Selidiki Kematian dr Myta, Dokter Internship di RSUD KH Daud Arif Jambi

Tidak Dirujuk

Dari hasil pemeriksaan medis, seharusnya dr Myta dirujuk ke RSUD Raden Mattaher Jambi yang memiliki fasilitas lengkap.

Namun hal ini tidak dilakukan oleh dokter yang menanganinya.

Sumber: Tribun Sumsel
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved