Kisah Cinta Badi dan Norida: Dari Malaysia, Sumatera hingga Berujung Polemik di Lombok
Perjalanan cinta Badi dan Norida bermula di Malaysia pada awal 2000-an, saat keduanya sama-sama merantau
Ringkasan Berita:
- Kisah rumah tangga Badi dan Norida Akmal Ayob selama 18 tahun kembali disorot setelah tudingan penelantaran viral di media sosial, yang kemudian dibantah oleh Badi.
- Perjalanan mereka melintasi Malaysia, Sumatera, hingga Lombok diwarnai perantauan, pengurusan status hukum, serta dinamika keluarga lintas negara.
- Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat menegaskan pentingnya melihat kasus ini secara utuh dan berimbang agar tidak dibentuk oleh informasi sepihak.
TRIBUNNEWS.COM, LOMBOK – Kisah rumah tangga Badi dan Norida Akmal Ayob yang telah berlangsung selama 18 tahun mendadak menjadi sorotan publik setelah muncul tudingan penelantaran terhadap Norida di media sosial.
Badi, warga Lombok Tengah, akhirnya buka suara untuk meluruskan perjalanan hidupnya bersama mantan istri yang merupakan warga negara Malaysia tersebut.
- Awal Pertemuan di Malaysia
Perjalanan cinta Badi dan Norida bermula di Malaysia pada awal 2000-an, saat keduanya sama-sama merantau.
Hubungan tersebut berlanjut ke jenjang pernikahan dan mereka menetap di Negeri Jiran selama sekitar dua tahun.
Anak pertama mereka, seorang perempuan, lahir di Malaysia, sementara anak kedua, laki-laki, lahir kemudian di Indonesia.
“Anak yang perempuan lahir di Malaysia, yang laki-laki lahir di Lombok,” ujar Badi saat ditemui di Lombok Tengah, Selasa (17/2/2026).
Baca juga: Kisah Wanita Malaysia di Titik Nadir, Dikhianati Suami dan Hidup Sengsara di Lombok
2. Satu Dekade Merantau di Sumatera
Usai kembali ke Indonesia, keluarga ini tidak langsung menetap di Lombok.
Mereka memilih merantau ke Sumatera Selatan dan hidup di sana selama kurang lebih 10 tahun.
Menurut Badi, selama periode tersebut kehidupan rumah tangga mereka berjalan normal tanpa konflik berarti.
“Enggak ada masalah selama kami hidup bersama. Yang beredar di media sekarang itu tidak sesuai kenyataan,” kata Badi.
3. Menetap di Lombok dan Status Kewarganegaraan
Pada 2012, keluarga ini akhirnya menetap di Lombok, tanah kelahiran Badi.
Selama tinggal di sana, Badi bekerja sebagai sopir dan mengurus dokumen resmi agar Norida memiliki status hukum yang jelas mulai dari paspor hingga KTP, sehingga berstatus Warga Negara Indonesia (WNI).
Ia juga membantah isu yang menyebut Norida bekerja sebagai tukang sapu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/viralpenelantaran111111.jpg)