Jumat, 10 April 2026

Longsor di Bandung Barat

Hari Ketiga Pencarian, Tim SAR Temukan 38 Bodypack Longsor Cisarua Bandung Barat

Kondisi tanah yang jenuh air memicu longsor besar pada dini hari sekitar pukul 03.00 WIB, disertai aliran banjir bandang dari kawasan perbukitan

|
Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Erik S
HO/
LONGSOR CISARUA - Tim SAR gabungan dibantu dengan alat berat melakukan pencarian korban bencana tanah longsor di Desa Pasirlangu, Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Senin (26/1/2026). Berdasarkan data tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Barat hingga Senin (26/1) pukul 16.57 WIB, jumlah korban bencana tanah longsor yang berhasil ditemukan sebanyak 34 jenazah dan 20 diantaranya telah berhasil diidentifikasi. TRIBUNNEWS/HO 

Ringkasan Berita:
  • Operasi pencarian korban longsor di Cisarua memasuki hari ketiga dengan total 38 korban berhasil dievakuasi.
  • Pada hari ketiga, tim SAR menemukan 13 korban di beberapa titik pencarian, sementara sekitar 42 warga masih dicari.
  • Longsor terjadi akibat hujan lebat dan pemerintah telah menetapkan status tanggap darurat untuk mempercepat penanganan.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Operasi pencarian korban bencana longsor di Dusun Pasirkuning, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, memasuki hari ketiga. 

Hingga Senin (26/1/2026) pukul 18.30 WIB, Tim SAR Gabungan kembali menemukan sejumlah korban, sehingga total kantong jenazah atau bodypack yang berhasil dievakuasi selama tiga hari pencarian mencapai 38 pack.

Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian Permana mengatakan bahwa pada hari ketiga pencarian, tim SAR Gabungan awalnya mencatat penemuan sembilan bodypack hingga pukul 17.12 WIB. 

Meski begitu, operasi di lapangan terus berlanjut dan menghasilkan tambahan penemuan korban.

"Setelah konferensi pers, tim kembali menemukan empat bodypack tambahan. Dengan demikian, total penemuan hari ini menjadi 13 bodypack," ujar Ade melalui keterangan tertulis, Senin (26/1/2026).

Penemuan korban pada hari ketiga tersebar di sejumlah titik pencarian, baik di sektor A maupun sektor B. 

Dari total 13 bodypack yang ditemukan, dua korban ditemukan di Worksite A1, lima korban di Worksite A2, dan enam korban di Worksite B2. 

Sementara itu, di Worksite B1 belum ditemukan korban pada hari ini.

Dengan penambahan tersebut, total korban yang telah dievakuasi selama tiga hari operasi pencarian mencapai 38 bodypack

Hingga kini, tim SAR Gabungan masih melakukan pencarian terhadap sekitar 42 warga yang diduga masih tertimbun material longsor.

LONGSOR CISARUA - Tim SAR gabungan dibantu dengan alat berat melakukan pencarian korban bencana tanah longsor di Desa Pasirlangu, Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Senin (26/1/2026). Berdasarkan data tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Barat hingga Senin (26/1) pukul 16.57 WIB, jumlah korban bencana tanah longsor yang berhasil ditemukan sebanyak 34 jenazah dan 20 diantaranya telah berhasil diidentifikasi. TRIBUNNEWS/HO
LONGSOR CISARUA - Tim SAR gabungan dibantu dengan alat berat melakukan pencarian korban bencana tanah longsor di Desa Pasirlangu, Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Senin (26/1/2026). Berdasarkan data tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Barat hingga Senin (26/1) pukul 16.57 WIB, jumlah korban bencana tanah longsor yang berhasil ditemukan sebanyak 34 jenazah dan 20 diantaranya telah berhasil diidentifikasi. TRIBUNNEWS/HO (HO/)

Bencana longsor di kawasan Cisarua ini terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah Bandung Barat sejak Jumat malam (23/1/2026). 

Kondisi tanah yang jenuh air memicu longsor besar pada dini hari sekitar pukul 03.00 WIB, yang juga disertai aliran banjir bandang dari kawasan perbukitan.

Material longsor berupa tanah, batu, dan lumpur menerjang permukiman warga, menimbun rumah-rumah, merusak infrastruktur, serta memutus sejumlah akses jalan utama di wilayah terdampak.

Pemerintah daerah telah menetapkan Status Tanggap Darurat sejak 23 Januari 2026 untuk jangka waktu 14 hari, guna memastikan penanganan bencana dilakukan secara cepat, terpadu, dan terkoordinasi. 

Penetapan status ini memungkinkan percepatan mobilisasi personel, alat berat, serta distribusi bantuan logistik bagi warga terdampak.

Baca juga: Korban Longsor Cisarua: Ayah, Ibu, dan Anak Ditemukan Meninggal Saling Berpelukan

Operasi pencarian melibatkan unsur Basarnas, TNI/Polri, pemerintah daerah, serta berbagai potensi SAR dan relawan. 

Tim bekerja dengan berbagai metode, mulai dari pencarian manual hingga penggunaan alat berat.

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved