Minggu, 31 Agustus 2025

Program Makan Bergizi Gratis

Ratusan Siswa di Yogyakarta dan Bengkulu Keracunan MBG di Hari yang Sama

Pada hari Rabu 27 Agustus 2025 kemarin, terjadi keracunan MBG di dua tempat berbeda, di Yogyakarta dan di Bengkulu

TribunBengkulu.com/M Rizky Wahyudi
KERACUNAN MASSAL – Suasana para siswa di Bengkulu yang mengalami keracunan usai menyantap makanan MBG, Kamis (28/8/2025). Pada hari Rabu 27 Agustus 2025 kemarin, terjadi keracunan MBG di dua tempat berbeda, di Yogyakarta dan di Bengkulu 

TRIBUNNEWS.COM - Ratusan siswa alami keracunan makanan diduga setelah mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG), Rabu (27/8/2025).

Bahkan, keracunan menu MBG tersebut terjadi di Sleman, DI Yogyakarta dan Lebong, Bengkulu.

MBG merupakan program untuk memberikan makanan bergizi kepada ibu hamil, ibu menyusui, balita, dan peserta didik di seluruh jenjang pendidikan.

Dengan target pemerataan gizi hingga ke pelosok negeri, program ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas SDM Indonesia secara berkelanjutan.

MBG diluncurkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN) pada 6 Januari 2025.

Program MBG juga diharapkan memberikan manfaat bagi masyarakat penerima gizi dan tetap membuka peluang ekonomi baru bagi petani dan pelaku usaha kecil.

Angka siswa yang keracunan MBG di Kabupaten Lebong, Bengkulu, cukup fantastis, yakni 456 siswa.

Siswa yang keracunan berasal dari jenjang Taman Kanak-kanan (TK), SD, hingga SMP. Tiga guru juga ikut keracunan.

Humas Polres Lebong, Aipda Syaiful Anwar mengonfirmasi hal tersebut.

“Betul, kembali bertambah, sekarang sudah 456 orang totalnya, itu dari guru hingga siswa,” ujar Syaiful, dikutip dari TribunBengkulu.com.

Sebanyak 119 korban harus menjalani rawat inap, lali 300 lebih korban rawat jalan, dan sembilan rawat mandiri di rumah.

Baca juga: Ratusan Siswa Keracunan MBG di Bengkulu, Gubernur dan Wakil Gubernur Bereaksi

Syaiful menuturkan awalnya ada 379 siswa dan tiga orang guru yang dilaporkan keracunan MBG.

Namun, jumlahnya bertambah setelah para korban dilarikan ke rumah sakit.

“Karena ada yang memang sebelumnya tidak dibawa ke RS, tetapi karena muncul gejala kemudian dibawa ke RSUD maupun faskes lainnya, sehingga totalnya bertambah,” kata Syaiful.

Menindaklanjuti kasus ini, dapur umum pun disegel polisi. Ketua dapur MBG juga telah diamankan.

Halaman
123
Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan