Minggu, 31 Agustus 2025

Dimyati Natakusumah, Eks Bupati Pandeglang, Kini Wagub Banten Sebut Aksi Tolak Sampah Dipolitisasi

Warga Pandeglang turun ke jalan 3 September. Tolak sampah Tangsel, balas tudingan Wagub Banten, dan jaga marwah Kota Santri.

Editor: Glery Lazuardi
TribunBanten.com/Misbahudin
WAGUB BANTEN DIMYATI NATAKUSUMAH - Dimyati Natakusumah kembali jadi sorotan. Mantan Bupati Pandeglang yang kini menjabat sebagai Wakil Gubernur Banten itu menyebut aksi penolakan sampah oleh warga sebagai gerakan yang berpotensi dipolitisasi. 

TRIBUNNEWS.COM - Dimyati Natakusumah kembali jadi sorotan. Mantan Bupati Pandeglang yang kini menjabat sebagai Wakil Gubernur Banten itu menyebut aksi penolakan sampah oleh warga sebagai gerakan yang berpotensi dipolitisasi.

Pernyataan ini memicu respons keras dari masyarakat, yang menegaskan bahwa gerakan mereka lahir bukan dari ruang elit, melainkan dari keresahan nyata di jalanan kota santri.

Di tengah rencana aksi besar pada 3 September, ketegangan antara suara rakyat dan suara pejabat kian terasa.

Di Pandeglang atau akrab disebut Kota Santri sedang memanas. Hal ini setelah muncul Gerakan Pandeglang Melawan Sampah. 

Gerakan Pandeglang Melawan Sampah adalah aksi kolektif warga Kabupaten Pandeglang, Banten, yang menolak kerja sama pembuangan sampah dari luar daerah khususnya dari Tangerang Selatan (Tangsel) ke wilayah mereka. 

Gerakan ini muncul sebagai respons atas keresahan masyarakat terhadap dampak lingkungan, pencemaran, dan ketidakjelasan proses kerja sama antar daerah.

Gerakan ini bertujuan menolak Pandeglang dijadikan tempat pembuangan sampah dari luar daerah, menuntut transparansi dan pelibatan publik dalam kebijakan pengelolaan sampah, dan menjaga marwah Pandeglang sebagai kota santri yang bersih dan layak huni

Wakil Gubernur Banten, Dimyati Natakusumah, menyebut aksi penolakan sampah berpotensi dipolitisasi oleh lawan politik.

Dia meminta kepada setiap lapisan masyarakat Pandeglang, agar tidak melakukan tindakan anarkis terkait kerja sama tersebut. Hal ini, karena Pemprov Banten, akan mencoba memberikan solusi terbaik.

“Enggak usah anarkis, destruktif saja, saya nanti akan putiskan apa yang terbaik untuk Kabupaten Pandeglang,” kata dia.

Mantan Bupati Pandeglang periode 2000–2009 itu berjanji, akan segera meninjau langsung ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bangkonol, Kecamatan Koroncong, Kabupaten Pandeglang. Tujuannya, untuk memastikan keputusan apa yang harus diambil Pemkab Pandeglang.

Dia memberikan tiga opsi untuk Pemkab Pandeglang dalam kerja sama pengelolaan sampah tersebut. Namun, sebelum itu dirinya akan memastikan kondisi TPA bangkonol terlebih dahulu.

Dia mengaku akan merapatkan dengan Pemkab Pandeglang dan Pemkot Tangsel serta instansi terkait.

“Saya akan turun diakhir bulan ini ke TPA Bangkonol,” kata dia.

Namun mendengar pernyataan tersebut, warga membalas tuduhan tersebut dengan tegas, menyatakan bahwa gerakan ini lahir dari keresahan rakyat, bukan agenda elit

Halaman
1234
Sumber: Tribun Banten
Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan