Pukat Harimau Bikin Nasib Nelayan Deliserdang Makin Terpuruk
Masih maraknya kegiatan Pukat Trawl diwilayah perairan Deliserdang membuat sejumlah nelayan yang ada
Laporan Wartawan Tribun Medan, Indra Gunawan Sipahutar
TRIBUNNEWS.COM - Masih maraknya kegiatan Pukat Trawl diwilayah perairan Deliserdang membuat sejumlah nelayan yang ada di Deliserdang menjadi terpuruk. Saat ini mereka mengaku terpuruk lantaran hasil tangkan ikan tidak pernah lagi sesuai dengan harapan. Sanusi, nelayan asal Pantai Labu mengaku sudah semenjak 3 bulan belakangan ini mereka semakin terpuruk, hal ini disebabkan tidak adanya lagi ikan di pinggiran laut.
"Pukat harimau ini membuat kami terpuruk. Kami memohon kali sama pemerintah supaya jangan dibiarkan lagi mereka beroperasi. Kalau seperti ini terus bisa mati kami nelayan yang tradisionla ini,"ujar Sanusi Minggu, (1/9/2013).
Sanusi yang sekaligus sebagai Kordinator HNSI (Himpunan Nelayan Seluruh Indonesi) Kecamatan Pantai Labu ini mengungkapkan jika pukat trawl itu beroperasi di perairan pada malam hari sekitar pukul 23.00 WIB. Besarnya alat tangkapan ikan yang mereka punya membuat seluruh ikan dan terumbu karang yang ada di dalamnya menjadi lenyap. Adapun bentuk kapal yang mereka gunakan 40 GT dengan ukuran lebar sampai 8 meter.
"Mengapa harga ikan laut beberapa akhir bulan ini menjadi mahal ya karena itu jugalah. Karena nelayan sendiri saat ini kesusahan carinya. Abis semua tak ada lagi terumbu karang di dalam laut. Kalau sudah seperti itu mana ada lagi ikan yang mau berkumpul. Terumbu karangnya aja sudah habis hancur,"kata Sanusi.