Senin, 8 Juni 2026

Ledakan Populasi Ikan Sapu-sapu Akibatkan Sedimentasi Sungai

Ironisnya spesies ikan yang mendominasi Kali Surabaya adalah jenis ikan Sapu-sapu

Tayang:
Penulis: Yudie Thirzano

TRIBUNNEWS.COM, SURABAYA - Kali Surabaya yang menjadi bagian dari Kali Brantas sebenarnya menjadi potensi perikanan yang menguntungkan. Kini kondisi Kali Surabaya semakin memburuk akibat pencemaran yang dibiarkan terjadi bertahun-tahun.

Prigi Arisandi, Direktur Lembaga Kajian Ekologi dan Konservasi Lahan Basah Ecoton mengungkapkan, sebelum tahun 1980 Kali Surabaya menjadi habitat lebih dari 22 jenis ikan air tawar yang bernilai ekonomis seperti jenis Jendil, Rengkik, jambal, wagal, kuthuk dan lele.

Di Beberapa desa di DAS Kali Surabaya banyak warga yang bermata pencarian sebagai pencari Ikan Kali Surabaya. Penelitian terbaru Ecoton menunjukkan bahwa saat ini hanya hanya ditemukan 12 Jenis ikan.

"Ironisnya spesies yang mendominasi adalah jenis ikan Sapu-sapu atau Pterygoplichthys disjunctivus  yang diklasifikasikan dalam Phylum: Chordata, kelas : Actinopterygii, Ordo: Siluriformes, Family: Loricariidae," tulis Prigi Arisandi, Direktur Ecoton dalam siaran pers yang diterima Tribunnews.com, Minggu (4/9/2011).

Ciri ikan ini adalah mampu hidup pada perairan dangkal, bertahan pada air dengan konsentrasi Oksigen rendah. Di Kali Surabaya keberadaan jenis spesies asal Amerika Latin ini dilaporkan memberikan dampak negatif pada kondisi fisik sungai, kebiasaan ikan sapu-sapu menggali lubang sepanjang tepian sungai meningkatkan sedimentasi dan membuat tanggul sungai tidak stabil, menggusur keberadaan ikan-ikan lain pemakan algae, menggusur jenis-jenis ikan asli yang berukuran lebih kecil atau ikan-ikan yang kurang agresif.

"Ikan sapu-sapu ternyata juga menjadi konsumsi masyarakat untuk campuran berbagai makanan olahan. Namun hal ini sangat membahayakan karena  Ikan sapu-sapu merupakan biota yang mengonsumsi endapan dasar sungai," jelas Prigi.

Endapan Kali Surabaya saat ini telah tercemar logam pada konsentrasi yang relatif tinggi, sehingga polutan itu masuk dan terakumulasi di tubuh ikan sapu-sapu. Kontaminasi logam berat pada ikan sapu-sapu telah dilaporkan terjadi di bengawan Solo, ikan sapu-sapu yang ditangkap dari Bengawan Solo telah tercemar logam berat seperti tembaga (Cu), kadmium (Cd), dan timbal (Pb).

Kondisi Kali Surabaya selama 12 tahun terakhir telah mengalami tekanan akibat aktivitas industrialisasi dan pertumbuhan penduduk. Kualitas air Kali Surabaya dari pantauan Perum Jasa Tirta Pada Bulan Agustus 2011 menunjukkan bahwa rata-rata Oksigen terlarut pada hulu  sebesar 7mg/L masih memenuhi standar air kelas satu.

Namun kandungan oksigen mengalami penurunan pada kawasan Bambe hingga Warugunung akibat tekanan buangan limbah industri dan limbah domestic mengakibatkan DO rata-rata  tertekan hingga mencapai 2 mg/L. Pada daerah hilir dari Intake PDAM Karang Pilang hingga Pintu Air gunung sari DO rata-rata 0-1 mg/L.

Kadar DO diperairan juga menjadi parameter kualitas sebuah sungai, semakin tercemar suatu sungai dapat dipastikan kadar DO nya rendah bahkan dalam kondisi tertentu kadar DO disungai turun hingga 0 mg/L alias sungai septik. Kondisi septik inilah yang menyebabkan terjadinya peristiwa ikan mati massal.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved