Rabu, 8 April 2026

Ramadan 2026

Menteri Agama Soal Perbedaan Awal Ramadan 1447 H: Indonesia Berpengalaman Berbeda Tapi Tetap Utuh

Menteri Agama mengatakan Indonesia telah lama berpengalaman menghadapi perbedaan dalam penetapan awal Ramadan tanpa kehilangan persatuan. 

Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Adi Suhendi
Tribunnews.com/Fahdi Fahlevi
RAMADAN - Menteri Agama Nasaruddin Umar di Jakarta, Selasa (23/12/2025). Ia mengatakan Indonesia telah lama berpengalaman menghadapi perbedaan dalam penetapan awal Ramadan tanpa kehilangan persatuan.  

Ringkasan Berita:
  • Indonesia telah lama berpengalaman menghadapi perbedaan dalam penetapan awal Ramadan
  • Menag mengingatkan bahwa perbedaan tidak boleh menjadi sumber perpecahan
  • Bangsa Indonesia harus dapat menghargai perbedaan dalam penentuan awal Ramadan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah menetapkan awal puasa atau 1 Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi jatuh pada Kamis (19/2/2026).

Keputusan ini diambil melalui Sidang Isbat yang digelar di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa (17/6/2026).

Hasil sidang isbat ini berbeda dengan Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang menetapkan awal Ramadaan lebih cepat satu hari atau jatuh pada Rabu (18/2/2026) besok.

Menteri Agama Nasaruddin Umar mengatakan Indonesia telah lama berpengalaman menghadapi perbedaan dalam penetapan awal Ramadan tanpa kehilangan persatuan. 

"Indonesia sudah berpengalaman berbeda tapi tetap utuh dalam sebuah persatuan yang sangat indah," ujar Nasaruddin dalam Konferensi Pers Sidang Isbat di Hotel Borobudur Jakarta, Selasa (17/2/2026).

Nasaruddin juga mengingatkan bahwa perbedaan ini tidak boleh menjadi sumber perpecahan.

Menurutnya, bangsa Indonesia harus dapat menghargai perbedaan dalam awal Ramadan ini. 

"Dan seandainya ada di antara warga kita umat Islam yang mungkin akan melakukan hal yang berbeda sesuai dengan keyakinannya masing-masing, kami juga mengimbau kepada segenap masyarakat mari perbedaan itu tidak menyebabkan kita berpisah atau berbeda dalam artian negatif," katanya. 

"Jadikanlah perbedaan itu sebagai satu konfigurasi yang sangat indah," tambahnya. 

Dirinya berharap keputusan hasil sidang Isbat ini memungkinkan seluruh umat Islam di Indonesia memulai ibadah puasa secara bersama-sama.

"Tentunya kita semua berharap semoga keputusan ini memungkinkan seluruh umat Islam di Indonesia ini untuk memulai ibadah puasanya secara bersama-sama," ucapnya.

Muhammadiyah Tetapkan 1 Ramadan 1447 H Hijriah Jatuh pada 18 Februari 2026

Sementara itu, Pimpinan Pusat Muhammadiyah telah menetapkan secara resmi bahwa 1 Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada Rabu 18 Februari 2026 M.

Keputusan ini merupakan hasil hisab hakiki Majelis Tarjih dan Tajdid yang berpedoman pada prinsip, syarat, dan parameter Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT), sebagaimana tertuang dalam Maklumat Nomor 2/MLM/I.0/E/2025.

Dengan demikian, berdasarkan prinsip kesatuan matlak global, 1 Ramadan 1447 H ditetapkan berlaku serentak di seluruh dunia pada 18 Februari 2026. 

Hal ini memberikan kepastian bagi umat Islam, khususnya warga Muhammadiyah, untuk memulai ibadah puasa.

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved