Jumat, 10 April 2026

Ramadan 2026

Menyambut Ramadan, Mana yang Lebih Penting: Qadha Utang Puasa Atau Meminta Maaf ke Sesama?

Dosen UIN Raden Mas Said Surakarta, Ahmad Hafidh menegaskan qadha puasa dan meminta maaf ke sesama adalah 2 hal yang penting dilakukan jelang ramadan

Tribunnews.com
MENYAMBUT RAMADAN- Dosen UIN Raden Mas Said Surakarta, Ahmad Hafidh, M.Ag menegaskan qadha puasa dan meminta maaf ke sesama adalah 2 hal yang penting dilakukan jelang ramadan 

Ringkasan Berita:
  • Dosen UIN Raden Mas Said Surakarta, Ahmad Hafidh menegaskan qadha puasa dan meminta maaf ke sesama adalah 2 hal yang penting dilakukan jelang ramadan.
  • Semua umat muslim sudah diberikan banyak waktu untuk mengqadha puasa atau membereskan urusan mereka kepada sesama muslim lainnya.
  • Jika waktu tersebut tidak cukup, maka sejak awal dua hal tersebut memang tak pernah jadi prioritas untuk diselesaikan.

 

TRIBUNNEWS.COM - Bulan ramadan sebentar lagi datang. Banyak dari kita mulai bersiap untuk menyambut bulan suci ramadan ini.

Biasanya menjelang bulan ramadan datang, kita diingatkan untuk membayar utang-utang puasa kita di bulan ramadan tahun sebelumnya.

Baik membayar dengan melakukan qadha puasa atau dengan membayar fidyah.

Qadha adalah mengganti puasa ramadan yang ditinggalkan dengan puasa di hari lain, sedangkan fidyah adalah membayar tebusan berupa makanan pokok atau uang setara untuk orang miskin bagi yang tidak mampu puasa karena uzur permanen (lansia, penyakit kronis, hamil/menyusui khawatir anak), atau dalam kondisi tertentu bisa qadha dan fidyah sekaligus.

Selain membayar utang puasa ramadan, yang tak kalah penting untuk diselesaikan sebelum hilal ramadan datang adalah urusan sesama manusia.

Seperti melakukan silaturahim dan meminta maaf kepada orang-orang disekitar kita. Terutama kepada orang-orang atau sesama muslim yang pernah kita sakiti.

Lantas jelang bulan ramadan ini, mana sebenarnya yang lebih penting dan harus didahulukan, membayar utang puasa atau meminta maaf kepada orang yang pernah kita sakiti?

Menjawab hal tersebut, Dosen UIN Raden Mas Said Surakarta, Ahmad Hafidh menegaskan membayar utang puasa dan meminta maaf kepada orang yang telah kita sakiti adalah dua hal yang sama-sama penting dilakukan sebelum ramadan datang.

Karena semua umat muslim sudah diberikan banyak waktu untuk mengqadha puasa atau membereskan urusan mereka kepada sesama muslim lainnya.

Jika waktu tersebut tidak cukup, maka sejak awal dua hal tersebut memang tak pernah jadi prioritas untuk diselesaikan.

"Itu bukan pilihan itu langkah akumulatif harus dilakukan semua. Coba bayangin 3 bulan, masa 3 bulan enggak cukup untuk silaturahim? Minta maaf, minta maaf sama lunasi utang puasanya, cukup."

Baca juga: Batasan Aman Puasa Ramadan untuk Penderita Diabetes

"Kalau itu enggak cukup, pasti itu unpriority. Pasti tidak diprioritaskan. Di situ masalahnya," kata Ahmad dalam Program 'OASE' di kanal YouTube Tribunnews.com, Jumat (30/1/2026).

Untuk itu Ahmad menilai urusan utang puasa dan saling memaafkan sesama muslim ini harus jadi prioritas sebelum ramadan.

Karena jika tidak dijadikan prioritas, maka sama saja dengan menyepelekan Allah SWT.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved