Bonus Demografi Bisa Jadi Peluang Sekaligus Beban, Alumni UNTIRTA Diminta Ambil Peran
Bonus demografi bisa jadi bencana? Alumni UNTIRTA diminta turun tangan sebelum peluang emas berubah jadi beban negara.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Ketua Umum Ikatan Alumni Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (IKA UNTIRTA), Lamhot Sinaga, menegaskan bahwa Indonesia saat ini berada dalam fase bonus demografi yang sangat menentukan arah pembangunan nasional. Ia menyebut momentum ini sebagai peluang emas yang tidak datang dua kali, namun bisa berubah menjadi beban jika tidak dikelola dengan strategi yang matang.
“Bonus demografi adalah peluang emas. Tapi, kalau tidak dikelola dengan strategi yang matang, ia bisa berubah menjadi beban,” ujar Lamhot dalam pidato Pelantikan Pengurus Wilayah IKA UNTIRTA Provinsi Lampung, di Bandar Lampung, sebagaimana keterangannya, dikutip Sabtu (6/9/2025).
Dalam keterangannya sehari setelah acara, Sabtu (6/9/2025), Lamhot menjelaskan bahwa sekitar 70 persen populasi Indonesia saat ini berada dalam usia produktif, dengan 24% di antaranya merupakan pemuda. Kondisi ini diperkirakan mencapai puncaknya pada 2030–2040 dan menjadi modal penting bagi visi Indonesia Emas 2045.
Lamhot menekankan bahwa pengelolaan bonus demografi harus ditopang oleh penyediaan lapangan kerja berkualitas, peningkatan produktivitas tenaga kerja, serta investasi berkelanjutan di sektor pendidikan dan kesehatan generasi muda.
Ia juga menyoroti stabilitas ekonomi Indonesia di tengah tekanan global. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi sebesar 5,12% merupakan capaian yang patut diapresiasi.
“Pertumbuhan ini tidak semata digerakkan oleh pengadaan barang dan jasa pemerintah, tetapi juga karena sektor riil bergerak tumbuh sehat,” jelas Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Fraksi Partai Golkar itu.
Baca juga: Akhiri Sengketa, Rektor UI Sahkan Pengurus Baru BEM UI 2025
Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa kontribusi terbesar terhadap pertumbuhan berasal dari sektor industri pengolahan, pertanian, konstruksi, serta informasi dan komunikasi. Lamhot menyebut industri manufaktur sebagai motor utama ketahanan ekonomi nasional.
Dalam konteks pembangunan jangka panjang, Lamhot mendorong alumni perguruan tinggi untuk mengambil peran aktif dalam mendukung transformasi nasional.
“IKA UNTIRTA harus ikut memberikan kontribusi nyata untuk membantu pemerintah,” katanya.
Ia menyebut sejumlah bidang strategis yang perlu diperkuat oleh alumni, seperti inovasi teknologi, digitalisasi industri, pelatihan SDM, kolaborasi riset, dan pemberdayaan UMKM.
Acara pelantikan turut dihadiri Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti, Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela, serta sejumlah anggota DPR RI dari Dapil Lampung. Mohammad Hatta terpilih sebagai Ketua IKA UNTIRTA Wilayah Lampung periode 2025–2030.
bonus demografi
alumni UNTIRTA
generasi muda
peran mahasiswa
pembangunan nasional
SDM unggul
ekonomi
Lamhot Sinaga
| Mitigasi Risiko Perekonomian Global |
|
|---|
| KEK Mandalika Tingkatkan Kawasan Destinasi Wisata Jadi Mesin Ekonomi, Investasi Masuk Rp5,73 Triliun |
|
|---|
| KEK Sanur Dipacu Jadi Destinasi Health & Wellness Dunia Lewat Ethnobotanical Garden |
|
|---|
| PP Pengupahan yang Baru Ditandatangani Presiden Dinilai Cukup Moderat |
|
|---|
| Cetak SDM Unggul, Taspen Sabet Penghargaan Excellence in Learning Experience |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Ketua-Umum-Ikatan-Alumni-UNTIRTA-Wakil-Ketua-Komisi-VII-DPR-Lamhot-Sinaga-di-IKA-UNTIRTA-Lampung.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.