Sabtu, 11 April 2026

Kendaraan Listrik

Tanpa Insentif, AHM Tetap Optimis Terhadap Motor Listrik di 2026

Model CUV menjadi yang paling diminati, dan AHM membuka peluang pengembangan model baru sesuai kebutuhan pasar.

Tribunnews/Endrapta
INSENTIF KENDARAAN LISTRIK - Honda sekarang telah menawarkan beberapa model motor listrik di Indonesia, mulai dari Honda EM1 e:, EM1 e: PLUS, ICON e: dan CUV e:. 
Ringkasan Berita:
  • Pemerintah tidak melanjutkan insentif motor listrik 2026, sementara penetrasi pasar masih di bawah 1 persen dengan penjualan sekitar 55 ribu unit dari total 6,4 juta motor nasional.
  • PT Astra Honda Motor tetap melanjutkan strategi elektrifikasi dengan fokus pada edukasi, pengalaman konsumen, dan penguatan infrastruktur.
  • Model CUV menjadi yang paling diminati, dan AHM membuka peluang pengembangan model baru sesuai kebutuhan pasar.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah kembali tidak melanjutkan program insentif pembelian sepeda motor listrik di tahun 2026. Kondisi ini menjadi tantangan baru bagi pasar kendaraan listrik roda dua.

Terlebih, sepanjang tahun lalu segmen motor listrik masih mencatat penetrasi di bawah 1 persen dari total penjualan nasional.

Sebagai gambaran, penjualan sepeda motor nasional tahun lalu mencapai 6,4 juta unit, tumbuh 1 persen dibandingkan 2024.

Baca juga: Update Insentif Motor Listrik, Masih Dibahas Antar-Kementerian

Dari jumlah tersebut, motor listrik terjual sekitar 55.000 unit. Artinya, kontribusinya memang masih sangat kecil terhadap pasar roda dua Tanah Air.

Meski demikian, PT Astra Honda Motor (AHM) memastikan tetap melanjutkan strategi elektrifikasinya tahun ini, meski tanpa dukungan insentif pemerintah.

Direktur Marketing AHM Octavianus Dwi menyampaikan bahwa edukasi dan pengalaman konsumen tetap menjadi kunci.

"Kalau gak ada insentif kita harus memperkenalkan EV juga ke konsumen. Ya kita tetap saja, kita tetap pasarkan, beri experience, siapkan infrastrukturnya. Mudah-mudahan dengan sesekali bikin program akan menarik," tutur Octa dalam Konferensi Pers di Cikini, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (25/2/2026).

Honda menilai, pasar motor listrik memang belum bisa dibandingkan dengan motor konvensional. Namun saat ini dinilai sebagai periode membangun kepercayaan sekaligus membiasakan konsumen dengan teknologi baru.

Saat ditanya kemungkinan penambahan model baru tahun ini, Octa belum membuka detail, namun memberi sinyal pengembangan tetap berjalan mengikuti kebutuhan pasar.

"Nanti ditunggu saja, karena model itu nanti kita sesuaikan dengan kebutuhan," ungkap Octa seraya tersenyum kepada Wartawan.

Dari sisi penjualan, model yang paling diminati konsumen saat ini adalah tipe CUV. Sebagai informasi, Honda sekarang telah menawarkan beberapa model motor listrik di Indonesia, mulai dari Honda EM1 e:, EM1 e: PLUS, ICON e: dan CUV e:.

"CUV. Kalau diskon banyak faktor lah ya. Berarti dibeli orang juga. Yang penting yang beli nggak komplain gitu. Temen-temen ada yang beli nggak ada yang merasakan kesulitan. Aman saja," kata Octa.

Dengan pasar motor nasional yang sudah menembus jutaan unit per tahun, ruang pertumbuhan motor listrik sebenarnya masih sangat terbuka lebar.
 

 

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved