Minggu, 3 Mei 2026

Hari Pendidikan Nasional

Mengenal 3 Semboyan Ki Hajar Dewantara yang Menjadi Dasar Pendidikan Nasional dan Artinya

Ki Hajar Dewantara memiliki 3 semoboyan pendidikan yaitu Ing Ngarso Sung Tulodo, Ing Madya Mangun Karso, dan Tut Wuri Handayani.

Tayang:
Buku tematik tema 7 kelas 4
KI HAJAR DEWANTARA - Ki Hajar Dewantara di Buku tematik tema 7 kelas 4 halaman 132. Ki Hajar Dewantara memiliki 3 semoboyan pendidikan yaitu Ing Ngarso Sung Tulodo, Ing Madya Mangun Karso, dan Tut Wuri Handayani. 

Ringkasan Berita:
  • Hari Pendidikan Nasional diperingati setiap 2 Mei untuk mengenang jasa Ki Hadjar Dewantara sebagai pelopor pendidikan nasional.
  • Tiga semboyan Ki Hadjar Dewantara menjadi dasar filosofi pendidikan Indonesia yang menekankan keteladanan, semangat, dan dukungan dalam proses belajar.
  • Nilai-nilai dalam semboyan tersebut relevan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari untuk membentuk karakter dan kepemimpinan generasi bangsa.

TRIBUNNEWS.COM - Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) merupakan salah satu momen penting dalam kalender nasional Indonesia yang diperingati setiap tanggal 2 Mei.

Peringatan ini tidak sekadar menjadi agenda seremonial tahunan, tetapi juga menjadi refleksi bersama tentang betapa vitalnya peran pendidikan dalam membentuk arah dan masa depan bangsa. 

Pendidikan tidak hanya berfungsi mencerdaskan kehidupan bangsa, tetapi juga menjadi sarana utama dalam membangun karakter, memperkuat nilai-nilai kebangsaan, serta menyiapkan generasi yang mampu menghadapi tantangan global.

Pada tahun 2026, Hardiknas diperingati pada hari Sabtu, 2 Mei 2026.

Penetapan tanggal ini memiliki makna historis yang mendalam karena bertepatan dengan hari kelahiran Ki Hadjar Dewantara, seorang tokoh besar yang dikenal sebagai pelopor pendidikan nasional di Indonesia. 

Lahir pada 2 Mei 1889 dengan nama Raden Mas Soewardi Soeryaningrat, ia memperjuangkan sistem pendidikan yang lebih adil, merata, dan membebaskan.

Terutama bagi masyarakat pribumi yang pada masa penjajahan memiliki akses terbatas terhadap pendidikan.

Melalui gagasan dan perjuangannya, Ki Hadjar Dewantara menghadirkan konsep pendidikan yang tidak hanya berfokus pada aspek intelektual, tetapi juga menekankan pembentukan karakter, budi pekerti, dan kemandirian peserta didik. 

Filosofi pendidikan yang ia kembangkan menjadi fondasi penting dalam sistem pendidikan nasional hingga saat ini. 

Bahkan, semboyan yang ia ciptakan masih digunakan sebagai pedoman dalam dunia pendidikan Indonesia.

Peringatan Hardiknas juga menjadi momentum untuk meneguhkan kembali komitmen seluruh elemen bangsa dalam meningkatkan kualitas pendidikan. 

Baca juga: 100 Link Twibbon Hari Pendidikan Nasional 2026, Lengkap dengan Cara Mudah Unggah di Sosial Media

Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam memperkuat pembangunan sumber daya manusia melalui pendidikan yang inklusif, berkualitas, dan berdaya saing. 

Tema Hardiknas 2026, “Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua”, menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, pendidik, peserta didik, dan masyarakat dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang lebih baik.

Dalam perjalanan sejarahnya, Ki Hadjar Dewantara tidak hanya dikenal sebagai tokoh pemikir, tetapi juga sebagai praktisi pendidikan yang mendirikan Perguruan Taman Siswa pada tahun 1922, dikutip dari bps.go.id.

Lembaga ini menjadi tonggak penting dalam menghadirkan pendidikan yang sesuai dengan jati diri bangsa Indonesia. 

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved