Minggu, 12 April 2026

Khutbah Jumat 3 April 2026: Menikah di Bulan Syawal

Khutbah Jumat 3 April 2026 mengangkat tema “Menikah di Bulan Syawal”, sebagai pengingat bagi jamaah tentang keutamaan dan hikmah pernikahan.

Tribun Jateng/Hermawan Handaka
KHUTBAH JUMAT - Sejumlah jamaah sholat Jumat di pintu masuk Masjid Agung Jawa Tengah Semarang. Khutbah Jumat 3 April 2026 mengangkat tema “Menikah di Bulan Syawal”, sebagai pengingat bagi jamaah tentang keutamaan dan hikmah pernikahan. 

Ringkasan Berita:
  • Khutbah Jumat 3 April 2026 mengangkat tema “Menikah di Bulan Syawal”, sebagai pengingat bagi jamaah tentang keutamaan dan hikmah pernikahan.
  • Khutbah mengingatkan bahwa pernikahan adalah ibadah yang harus dijalani dengan niat tulus, kesungguhan, dan tanggung jawab. 
  • Berakar dari teladan Rasulullah SAW yang menikahkan putri beliau, Sayyidah ‘Aisyah RA, pada bulan Syawal. 

TRIBUNNEWS.COM - Pernikahan adalah salah satu sunnah Rasulullah SAW yang memiliki kedudukan mulia dalam Islam. 

Makna menikah bukan hanya ikatan lahiriah antara dua insan, tetapi juga ibadah yang menyempurnakan separuh agama. 

Dalam tradisi Islam, bulan Syawal dikenal sebagai bulan yang istimewa untuk melangsungkan pernikahan. 

Hal ini berakar dari teladan Rasulullah SAW yang menikahkan putri beliau, Sayyidah ‘Aisyah RA, pada bulan Syawal. 

Oleh sebab itu, khutbah Jumat 3 April 2026 mengangkat tema “Menikah di Bulan Syawal”, sebagai pengingat bagi jamaah tentang keutamaan dan hikmah pernikahan yang dilakukan di bulan penuh keberkahan ini.

Khutbah Jumat ini menekankan bahwa menikah di bulan Syawal bukan sekadar tradisi, melainkan bagian dari sunnah yang dianjurkan. 

Rasulullah SAW memberikan teladan agar umat Islam tidak terjebak pada mitos atau anggapan yang keliru tentang waktu pernikahan. 

Justru, menikah di bulan Syawal menjadi simbol keberanian untuk melawan takhayul dan memperkuat keyakinan bahwa keberkahan datang dari Allah SWT, bukan dari hitungan bulan atau hari tertentu. 

Melalui khutbah Jumat ini khotib dapat mengajak jamaah untuk meneladani Rasulullah SAW dalam memilih bulan Syawal sebagai momentum pernikahan.

Selain itu, khutbah Jumat 3 April 2026 juga mengingatkan bahwa pernikahan adalah ibadah yang harus dijalani dengan niat tulus, kesungguhan, dan tanggung jawab. 

Menikah di bulan Syawal hendaknya dijadikan sebagai awal perjalanan rumah tangga yang penuh keberkahan, dengan landasan iman dan takwa. 

Baca juga: Puasa Syawal 2026 Sampai Tanggal Berapa? Catat Tanggalnya

Jamaah diajak untuk memahami bahwa pernikahan bukan hanya menyatukan dua insan, tetapi juga membangun keluarga sakinah, mawaddah, dan rahmah yang menjadi pilar masyarakat Islami.

Selengkapnya simak teks khutbah Jumat 3 April 2026 tentang menikah di bulan Syawal mengutip dari Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur berikut.

Khutbah Jumat 3 April 2026: Menikah di Bulan Syawal

Khutbah Pertama

اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِيْ أَضْحَكَ وَأَبْكَى، وَأَمَاتَ وَأَحْيَا، وَخَلَقَ الزَّوْجَيْنِ الذَّكَرَ وَالْأُنْثَى

أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ حَبِيْبَنَا وَ نَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، السِّرَاجُ الْمُنِيْرُ وَالْبَشِيْرُ النَّذِيْرُ.

اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى محمد وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أُوْلِي الْفَضْلِ وَالنُّهَى، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الْمُلْتَقَى.

أَمَّا بَعْدُ, فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ. اِتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ

قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِI

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا * يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا

Hadirin jamaah Jumat rahimakumullah!

Kita senantiasa wajib bersyukur kepada Allah atas segala nikmat-Nya, dan yang terbesar adalah nikmat Islam dan iman. Sebagai seorang Mukmin, wajib bagi kita menjadikan Sunnah Nabi sebagai standar hidup, bukan mitos atau kepercayaan yang tidak berdasar.

Pernahkah kita mendengar, atau bahkan meyakini, bahwa ada bulan atau waktu tertentu yang dilarang atau dibenci untuk melangsungkan pernikahan? Keyakinan ini adalah warisan kuno yang harus kita bersihkan dari akidah kita.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved