Gempa di Sulut & Malut
Kondisi Terkini Pasca-Gempa Maluku Utara dan Bitung: Kaca Kantor PU Pecah, Jalan Longsor
Gempa bumi berkekuatan 7,6 Magnitudo di Sulawesi Utara, Maluku Utara dan Gorontalo menyebabkan bangunan kantor hancur dan jalan longsor.
Ringkasan Berita:
- Gempa bumi berkekuatan 7,6 Magnitudo di Sulawesi Utara, Maluku Utara dan Gorontalo menyebabkan bangunan kantor hancur dan jalan longsor.
- Kementerian PU memberlakukan sistem kerja dari rumah atau work from home berlaku untuk seluruh pegawai Balia Jalan Nasional Maluku Utara.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Pekerjaan Umum RI (PU) Dody Hanggodo menyampaikan gempa bumi berkekuatan 7,6 Magnitudo di Sulawesi Utara, Maluku Utara dan Gorontalo menyebabkan bangunan kantor hancur dan jalan longsor.
Dody mengatakan, sejumlah infrastruktur di Kota Bitung masih cenderung aman pasca gempa.
"Tadi pagi saya dapat info dari Bu Sekjen dan Pak Dirjen Bina Marga, Untuk Minahasa Utara, Bitung, sementara ini jalan dan jembatan masih aman," kata Dody di acara diskusi bersama media di kantornya, Kamis (2/4/2026).
Kerusakan parah terjadi di Maluku Utara. Kaca-kaca di gedung kantor Balai Jalan Nasional Maluku Utara pecah. "Yang kena memang di kantor kami di Maluku Utara semua kaca pecah," ucap Dody.
Menghadapi insiden tersebut, pihaknya memberlakukan sistem kerja dari rumah atau work from home berlaku untuk seluruh pegawai Balia Jalan Nasional Maluku Utara.
Keputusan itu diambil sekaligus menunggu perkembangan dan situasi terkini dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
"Jadi, hari ini teman-teman di Balai Jalan Nasional Maluku Utara sedang work from home sambil mengikuti arahan dari BMKG dan BPBD disempat," tutur dia.
Di Provinsi Gorontalo, Dody menyebut terdapat beberapa kerusakan yang terjadi pada insfratruktur jalan. Beberapa ruas jalan di lokasi titik gempa tersebut mengalami longsor.
Baca juga: Foto-Foto Gempa M 7,6 di Sulut-Malut, Bangunan Gereja hingga Rumah Rusak
"Untuk yang di Gorontalo, sementara waktu memang ada beberapa ruas jalan yang terkena masalah dan ada beberapa longsor," ucap dia.
Terhadap kondisi ini, Dody bilang pemerintah akan bergerak cepat menyelesaikan masalah kerusakan termasuk terhadap tanah yang longsor. "Kita lagi sedang koordinasi dengan BPBD dan BMKG dan Basarnas untuk kemudian bisa secara secepatnya menyelesaikan longsoran-longsoran itu," tukas dia.
Sebelumnya, gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,6 yang berpusat di wilayah tenggara Bitung, Sulawesi Utara, Kamis (2/4/2026) pagi, mengguncang kuat sejumlah wilayah di Maluku Utara, termasuk Kota Ternate.
Getaran gempa yang terasa cukup lama membuat warga panik dan berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri.
Baca juga: BMKG Akhiri Peringatan Tsunami Maluku Utara, Ini Fakta Kenaikan Muka Air dan 48 Gempa Susulan
Sebagian warga bahkan tidak sempat membawa barang berharga karena lebih memilih segera mencari tempat aman. Kepanikan semakin meningkat ketika air laut di sejumlah titik dilaporkan sempat surut.
Fenomena tersebut memicu kekhawatiran akan potensi tsunami, sehingga warga berinisiatif mengungsi ke wilayah yang lebih tinggi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Dpdy-Hanggodo-gempa-Maluku-Utara.jpg)