Prakiraan Cuaca
Cek Peringatan BMKG Gelombang Tinggi Perairan di Indonesia, Ini Daftarnya
Samudra Hindia di wilayah selatan Jawa Tengah hingga ke timur sampai Nusa Tenggara Timur (NTT) memiliki potensi tinggi gelombang 2,5 sampai 4 meter.
Ringkasan Berita:
- Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika peringatkan gelombang tinggi hingga 4 meter di selatan Jawa hingga NTT.
- BMKG sebut pola angin kuat picu gelombang tinggi di banyak perairan Indonesia.
- Aktivitas perairan seperti kapal penyeberangan, kapal tongkang, hingga kapal nelayan perlu memperhatikan saran keselamatan.
TRIBUNNEWS.COM - Tinggi gelombang sejumlah perairan di Indonesia perlu diwaspadai.
Tinggi gelombang dapat membahayakan kegiatan perairan seperti kapal penyeberangan, kapal nelayan maupun aktivitas di pantai.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah merilis peringatan dini mengenai Informasi Tinggi Gelombang Wilayah Perairan Indonesia periode 24-27 Maret 2026.
Samudra Hindia di wilayah selatan Jawa Tengah hingga ke timur sampai Nusa Tenggara Timur (NTT) memiliki potensi tinggi gelombang 2,5 sampai 4 meter.
Sementara Samudra Hindia bagian barat Pulau Sumatra hingga selatan Jawa Barat tinggi gelombangnya berkisar 1,25 sampai 2,5 meter.
Pola Angin
BMKG menjelaskan, pola angin di wilayah Indonesia bagian utara umumnya bergerak dari Barat Laut hingga Timur Laut dengan kecepatan angin berkisar 5 - 20 knot.
Sedangkan di wilayah Indonesia bagian selatan umumnya bergerak dari Barat Daya hingga Barat Laut dengan kecepatan angin berkisar 5 - 30 knot.
Kecepatan angin tertinggi terpantau di Laut Flores, Laut Banda, Laut Arafuru bagian tengah, Laut Arafuru bagian utara, Samudera Hindia selatan NTT.
Baca juga: Prakiraan Cuaca Jalur Tol Trans Jawa Kamis 26 Maret 2026, BMKG: Didominasi Berawan dan Hujan Ringan
Tinggi Gelombang 1.25 - 2.5 m berpeluang terjadi di:
- Selat Malaka bagian utara,
- Samudra Hindia barat Aceh,
- Samudra Hindia barat Kep. Nias,
- Samudra Hindia barat Kep. Mentawai,
- Samudra Hindia barat Bengkulu,
- Samudra Hindia barat Lampung,
- Samudra Hindia selatan Banten,
- Samudra Hindia selatan Jawa Barat,
- Laut Jawa bagian barat,
- Laut Jawa bagian tengah,
- Laut Jawa bagian timur,
- Laut Sumbawa,
- Laut Flores,
- Selat Makassar bagian utara,
- Laut Sulawesi bagian timur,
- Samudra Pasifik utara Maluku,
- Laut Maluku,
- Laut Banda,
- Samudra Pasifik utara Papua Barat Daya,
- Samudra Pasifik utara Papua Barat,
- Samudra Pasifik utara Papua,
- Laut Arafuru bagian tengah,
- Laut Arafuru bagian barat
Berisiko terhadap keselamatan pelayaran:
- Perahu Nelayan apabila kecepatan angin mencapai 15 knot dan tinggi gelombang mencapai 1.25 m.
- Kapal Tongkang apabila kecepatan angin mencapai 16 knot dan tinggi gelombang mencapai 1.5 m.
Tinggi Gelombang 2.5 - 4.0 m berpeluang terjadi di:
- Samudra Hindia selatan Jawa Tengah
- Samudra Hindia selatan Jawa Timur
- Samudra Hindia selatan DI Yogyakarta
- Samudra Hindia selatan Bali
- Samudra Hindia selatan NTB
- Samudra Hindia selatan NTT
Berisiko terhadap keselamatan pelayaran:
- Perahu Nelayan apabila kecepatan angin mencapai 15 knot dan tinggi gelombang mencapai 1.25 m
- Kapal Tongkang apabila kecepatan angin mencapai 16 knot dan tinggi gelombang mencapai 1.5 m
- Kapal Ferry apabila kecepatan angin mencapai 2.1 knot dan tinggi gelombang mencapai 2.5 m
Insiden di Pantai Selatan
Sebelumnya diberitakan, Iyep, seorang wisatawan asal Bogor tewas terbawa ombak di pantai Karang Tawulan, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Senin (23/3/2026).
Iyep saat itu berusaha menolong Panji (7) yang terbawa ombak.
Awalnya korban bernama Panji (7) asal Cianjur tengah bermain pasir di pinggir pantai.
Tiba-tiba ada ombak besar datang hingga menyeret bocah tersebut ke tengah pantai.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Pukat-Darat-Solusi-Nelayan-Saat-Cuaca-Buruk_20250205_163529.jpg)