Selasa, 7 April 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Perang Iran-AS Berpotensi Tekan Indonesia, Harga Minyak hingga Rupiah Terancam

Rahma Gafmi mengatakan Indonesia dapat terdampak di sejumlah aspek atas perang Iran dan Amerika Serikat (AS).

Ringkasan Berita:
  • Guru Besar Universitas Airlangga, Rahma Gafmi mengatakan Indonesia dapat terdampak di sejumlah aspek atas perang Iran dan Amerika Serikat (AS).
  • Jika terjadi gangguan di Selat Hormuz, harga minyak global bisa melonjak.
  • Dampaknya dapat meningkatkan beban subsidi BBM dan listrik di Indonesia.
 


TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Guru Besar Universitas Airlangga, Rahma Gafmi mengatakan Indonesia dapat terdampak di sejumlah aspek atas perang Iran dan Amerika Serikat (AS).

Pertama, jika terjadi gangguan di Selat Hormuz, harga minyak global bisa melonjak, sehingga meningkatkan beban subsidi BBM dan listrik di Indonesia.

"Ini bisa memaksa pemerintah untuk merealokasi anggaran pembangunan ke arah perlindungan sosial," kata Rahma dalam keterangannya, Minggu (1/3/2026).

Baca juga: Sistem THAAD Amerika Cegat Rudal Balistik Iran yang Incar Pangkalan Udara Al Dhafra di UEA

Iran memiliki posisi geografis yang sangat strategis, terutama dengan lokasinya yang berada di antara Teluk Persia dan Laut Oman.

Selat Hormuz, yang terletak di antara Iran dan Oman, adalah salah satu jalur laut paling penting di dunia, dengan sekitar 20 persen produksi minyak global melintasinya.

Dampak berikutnya adalah pelemahan rupiah berpotensi semakin dalam. Bahkan bisa mencapai Rp 17.000 per dolar AS.

 

DI DEPAN PINTU IRAN - Kapal induk Amerika Serikat. Dalam perkembangan situasi di Timur Tengah, AS mengirimkan dua kapal induk mereka di perairan Teluk, dekat Iran.
DI DEPAN PINTU IRAN - Kapal induk Amerika Serikat. Dalam perkembangan situasi di Timur Tengah, AS mengirimkan dua kapal induk mereka di perairan Teluk, dekat Iran. (HO/IST/Wikimedia commons)

 

Hal tersebut akan memicu inflasi barang impor karena banyak bahan baku industri manufaktur Indonesia masih bergantung padanya.

Lalu, dampak lainnya juga bisa merembet pada aspek keamanan kawasan.

"Instabilitas di Timur Tengah bisa memicu gerakan radikal transnasional, dan sentimen anti-Barat yang meningkat bisa dimanfaatkan oleh aktor non-negara untuk mengaktifkan kembali sel-sel tidur di Asia Tenggara," tuturnya.

Diketahui, Israel melancarkan serangan ke Teheran, Iran, pada Sabtu (28/2/2026) pagi.

Pemerintah Israel menutup wilayah udaranya dan menetapkan status darurat nasional.

Mengutip laporan The Guardian, langkah penutupan wilayah udara diambil sebagai antisipasi jika Iran membalas dengan mengirimkan drone maupun rudal.

Juru bicara militer Israel menyebut serangan tersebut sebagai langkah pendahuluan untuk menyingkirkan ancaman terhadap negaranya.

Sementara itu, media Iran mengonfirmasi Ayatullah Ali Khamenei telah meninggal dunia.

Kantor berita semi-resmi pemerintah Iran menyatakan, Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam itu gugur dalam serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel.

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved