Kamis, 9 April 2026

Polemik Beasiswa LPDP

Ancaman Dirut LPDP Buntut Kasus Dwi Sasetyaningtyas: Nama Alumni Tak Patuh Dipamerkan di Web LPDP

Dirut LPDP Sudarto membeberkan langkah ia diambil usai viral kontroversi Alumni LPDP Dwi Sasetyaningtyas yang menyebut cukup dirinya yang jadi WNI.

Ringkasan Berita:
  • Dirut LPDP Sudarto mengungkap, pihaknya tengah mempertimbangkan untuk memamerkan nama-nama Alumni LPDP yang tak patu atau melanggar aturan ini di website resmi LPDP.
  • Sudarto menegaskan wacana dipamerkannya nama-nama Alumni LPDP tak patuh ini bukan berarti pihaknya ingin melakukan naming and shaming.
  • Namun murni sebagai pengingat para penerima LPDP, bahwa mereka bisa berkuliah di luar negeri, di universitas top dunia berkat uang pajak yang dibayarkan oleh rakyat Indonesia.

TRIBUNNEWS.COM - Direktur Utama Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), Sudarto mengungkap tindak lanjut yang akan diambil LPDP buntut viralnya kasus Alumni LPDP Dwi Sasetyaningtyas.

Sosok Dwi Sasetyaningtyas sebelumnya ramai jadi sorotan publik imbas video unggahannya di media sosial yang berisikan kekecewaannya menjadi seorang Warga Negara Indonesia (WNI).

Terlebih setelah terungkap, Dwi Sasetyaningtyas dan sang suami Arya Iwantoro adalah penerima beasiswa LPDP yang kini tengah tinggal di Inggris.

Hal lain yang semakin membuat publik geram adalah ketika Dwi Sasetyaningtyas menyebut 'cukup dirinya saja yang jadi WNI, anak-anaknya jangan.'

Dwi Sasetyaningtyas juga lantang menyuarakan keinginannya agar anak-anaknya memiliki paspor WNA yang kuat.

Viralnya video Dwi Sasetyaningtyas pun berujung pada sanksi untuk sang suami, yakni pengembalian dana yang didapat dari LPDP selama masa studi.

Meskipun Dwi Sasetyaningtyas sudah melaksanakan kewajiban masa pengabdiannya sebagai penerima beasiswa LPDP, tapi sang suami Arya Iwantoro yang tercatat sebagai penerima LPDP untuk studi magister dan doktoral di Utrecht University, Belanda, belum menuntaskan kewajiban pengabdiannya.

Kini setelah ramai kasus Dwi Sasetyaningtyas ini, Dirut LPDP Sudarto mengungkap, pihaknya tengah mempertimbangkan untuk memamerkan nama-nama Alumni LPDP yang tak patu atau melanggar aturan ini di website resmi LPDP.

"Kami juga lagi selagi memikirkan ini teman-teman, awas juga teman-teman alumni itu, kami lagi memikirkan juga mempertimbangkan untuk menaruh nama anak-anak (penerima LPDP) yang tidak patuh itu di dalam website-nya LPDP. Ini lagi kami pikirkan tuh," kata Sudarto saat konferensi pers, Rabu (25/2/2025), dilansir Kompas TV.

Sudarto menegaskan wacana dipamerkannya nama-nama Alumni LPDP tak patuh ini bukan berarti pihaknya ingin melakukan naming and shaming.

Namun, murni sebagai pengingat para penerima LPDP, mereka bisa berkuliah di luar negeri, di universitas top dunia berkat uang pajak yang dibayarkan oleh rakyat Indonesia.

Baca juga: Rekam Jejak Moncer Arya Pamungkas Iwantoro, Suami Tyas Alumni LPDP, Raih Gelar PhD di Belanda

Ketika beasiswa LPDP ini berasal dari uang pajak rakyat, maka sebuah hal yang wajar jika negara dan rakyat menuntut pengabdian Alumni LPDP bagi bangsa Indonesia.

Lalu ketika ada yang melanggar aturan LPDP dan tidak melaksanakan pengabdian, maka wajar diberikan sanksi sebagai bentuk pertanggungjawaban.

"Aku enggak mengatakan naming and shaming loh ya tapi sekali ini, kan lu pakai duit pajak kan, LPDP. Artinya ya wajarlah, itu wajarlah."

"Jadi ini lagi kita pertimbangkan, jadi banyak sekali sekarang sedang kami  lakukan saat ini," tegas Sudarto.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved