Selasa, 7 April 2026

Belum Terima Aduan, Komnas HAM Cermati Teror Terhadap Ketua BEM UGM

Komnas HAM RI menyatakan belum menerima aduan terkait teror yang dialami Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto. Namun pihaknya terus memantau.

Penulis: Gita Irawan
Editor: Adi Suhendi
Tribunnews.com/Gita Irawan
KOMNAS HAM - Ketua Komnas HAM Anis Hidayah saat ditemui di kantor Komnas HAM RI Jakarta Pusat pada Selasa (24/2/2026). Anis mengaku belum menerima aduan soal teror yang dialami Ketua BEM UGM Tiyo Ardiyanto, namun mencermatinya. 

Ringkasan Berita:
  • Komnas HAM cermati teror terhadap Ketua BEM UGM
  • Anis sebut kritik tersebut menurutnya adalah bagian dari proses check and balances dalam kehidupan berbangsa dan bernegara
  • Komnas HAM nilai   sejauh ini kritik-kritik yang disampaikan BEM UGM dilakukan dengan cara damai

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komnas HAM RI menyatakan belum menerima aduan terkait teror yang dialami Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto.

Namun, Ketua Komnas HAM RI Anis Hidayah mengatakan pihaknya mencermati kabar tersebut.

"Kami memang belum menerima aduannya terkait itu tetapi kami mencermati ya," kata Anis saat ditemui di kantor Komnas HAM RI, Menteng, Jakarta Pusat pada Selasa (24/2/2026).

Menurutnya kritik terhadap kebijakan negara dalam demokrasi adalah hal yang seharusnya penting untuk dilakukan.

Kritik tersebut menurutnya adalah bagian dari proses check and balances dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Baca juga: Ungkit Kasus Brimob Tewaskan Siswa di Tual Maluku, BEM UGM Enggan Laporan Aksi Teror ke Polisi

"Tentu kritik terhadap kebijakan juga bagian dari implementasi hak atas kebebasan berpendapat, berekspresi dan itu harusnya dihormati, dilindungi dan dipenuhi oleh negara," katanya.

"Untuk itu semestinya pemerintah ya enggak perlu reaktif, tetapi bagaimana memastikan kritik-kritik terhadap kebijakan itu dilakukan dengan cara-cara yang konstruktif, damai, tidak menggunakan kekerasan," lanjut dia.

Menurut Anis, sejauh ini kritik-kritik yang disampaikan BEM tersebut juga dilakukan dengan cara damai.

"Sejauh ini berdasarkan pantauan saya gitu ya cara-cara BEM ini menyampaikan kritik juga dengan cara-cara yang damai," ucap Anis.

Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto mengaku mendapat teror melalui aplikasi Whatsapp dari nomor asing.

Baca juga: Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto Kritik MBG, Natalius Pigai: Kalau Menentang, Melawan HAM

Tiyo mengaku menerima teror itu pertama kali pada Senin (9/2/2026).

Dia mengatakan ada sekitar enam nomor asing yang terus menghubunginya, namun tidak ditanggapi.

Dia mengatakan pesan yang terus-menerus masuk di antaranya berbunyi: “Agen asing”, “Culik mau?”, “Jangan cari panggung jadi tongkosong”, “Cari dosamu entr” “Banci” “Jangan cari panggung loe ya jual narasi sampah”.

Dia mengaku pesan itu masuk dari nomor yang sama, namun dikirim dalam waktu yang berbeda-beda.

Selain itu, Tiyo yang juga mahasiswa Fakultas Filsafat UGM itu juga memgaku dikuntit oleh dua orang tidak dikenal dan difoto dari kejauhan.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved