Selasa, 14 April 2026

Kasus Korupsi Minyak Mentah

Ahok Heran Orang Terbaik Pertamina Djoko Priyono dan Mas'ud Khamid Dicopot, Minta Presiden Diperiksa

Ruang sidang riuh saat eks Komisaris Utama PertaminaBasuki Tjahaja Purnama alias Ahok, meminta jaksa penuntut umum memeriksa Presiden

Tribunnews.com/Rahmat Fajar Nugraha
AHOK BERSAKSI - Sidang kasus dugaan korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang PT Pertamina (Persero), PN Tipikor Jakpus, pada Selasa (27/1/2026). Komisaris Utama (Komut) Pertamina periode 2019-2024, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok jadi saksi. 

Ringkasan Berita:
  • Ahok mengatakan baginya Joko Priyono dan Mas'ud Khamid merupakan Direktur Utama terhebat yang dipunya Pertamina
  • Ucapan Ahok itu disambut sorak dan tepuk tangan pengunjung persidangan
  • Ahok sebut Joko Priyono orang kilang

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ruang sidang Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta Pusat mendadak riuh saat Komisaris Utama Pertamina periode 2019–2024, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, meminta jaksa penuntut umum memeriksa Presiden Joko Widodo atau Jokowi.

Adapun hal itu terjadi dalam persidangan lanjutan dugaan korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang Pertamina, Selasa (27/1/2026).

Duduk sebagai terdakwa dalam perkara ini Kerry Adrianto Riza, Gading Ramadhan Joedo, Dimas Werhaspati, Sani Dinar Saifuddin, Yoki Firnandi, Agus Purwono, Riva Siahaan, Maya Kusmaya, dan Edward Corne. 

Mulanya jaksa menanyakan BAP Ahok terkait nama mantan direksi pada anak perusahaan Pertamina, Djoko Priyono dan Mas'ud Khamid.

Djoko Priyono merupakan mantan  Direktur Utrama PT Kilang Pertamina Internasional. Ia berakhir menjabat Dirut pada 15 maret 2022 berdasarkan Keputusan Pemegang Saham.

Baca juga: Ahok Ungkap Negosiasi Perdagangan Minyak Kerap Dilakukan di Lapangan Golf

Kemudian Mas'ud Khamid merupakan mantan Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga. Ia mengakhiri jabatan sebagai Dirut PT Pertamina Patra Niaga pada 5 Mei 2021 berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Melihat dari rentang waktu berakhirnya masa jabatan Djoko Priyono dan Mas'ud Khamid  terjadi para era pemerintahan Presiden Joko Widodo atau Jokowi.

"Ini istilah saudara sebut di sini yang sudah dicopot. Ada persoalan dengan dua orang ini sehingga kemudian ini disebut sebut sebagai mantan yang sudah dicopot?" tanya jaksa di persidangan.

Baca juga: Beda Pandangan Politik dengan Jokowi, Alasan Ahok Mundur dari Komut Pertamina

Ahok mengatakan baginya dua orang tersebut Direktur Utama terhebat yang dipunya Pertamina.

Mereka, kata Ahok, mau memperbaiki produksi kilang termasuk perbaiki Patra Niaga. 

"Makanya saya sangat senang dengan mereka, semua yang saya arahkan, dia kerjakan. Termasuk soal aditif ini, Pak Mas'ud ini lebih baik dipecat daripada tanda tangan kalau ada penyimpangan pengadaan," imbuhnya.

Mantan gubernur DKI Jakarta tersebut lalu mengatakan Djoko Priyono, orang kilang, asli dari kilang. 

"Ini orang menurut saya adalah orang yang terbaik pengetahuan tentang kilang, dia yang kasih tahu saya kelemahan kilang, apa yang mau diperbaiki. Ketika dia dicopot saya pun mau nangis, saya telepon dia. Dia bilang begini, 'Pak, sudahlah pak, saya di Yogya saja,'," kata Ahok.

Ahok lalu mengatakan BUMN keterlaluan mencopot orang meritokrasi.

"Ini orang terbaik pak Joko itu, makanya saya tulis dicopot. Makanya saya selalu bilang sama pak jaksa, kenapa saya mau laporin ke jaksa? periksa tuh sekalian BUMN, periksa tuh Presiden bila perlu, kenapa orang terbaik dicopot?" kata Ahok.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved