Pangi Syarwi Chaniago Sentil Pejabat Suka Buat Onar: Jangan Jadi Beban Presiden!
Pengamat politik menyentil soal pejabat yang suka membuat onar, ia berharap upaya Presiden untuk mengangkat citra politik negeri tak jadi sia-sia
Penulis:
Galuh Widya Wardani
Editor:
Tiara Shelavie
TRIBUNNEWS.COM - Pangi Syarwi Chaniago, pengamat politik yang juga Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting, sebuah lembaga survei dan konsultan politik nasional, menyentil soal pejabat yang suka membuat onar.
Menurut Pangi, upaya Presiden Prabowo Subianto untuk mengangkat citra politik negeri menjadi sia-sia jika dikelilingi pejabat yang sering berpolemik.
Ia mengingatkan para Menteri dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI untuk tak menjadi beban Presiden Prabowo Subianto.
Membuat kebijakan serampangan, kata Pangi, sama saja dengan melukai hati rakyat.
"Sikap elit politik justru kerap menimbulkan kegaduhan, membuat rakyat merasa semakin jauh dari wakil dan pejabat yang seharusnya melayani mereka."
"Pesan rakyat jelas: berhentilah berpolemik, berhentilah melukai hati rakyat," kata Pangi dalam keterangannya kepada Tribunnews, Kamis (28/8/2024).
Diketahui, saat ini Prabowo terus menunjukkan sikap tegas, visioner, dan berpihak pada rakyat, baik melalui kebijakan pro-rakyat maupun langkah berani menertibkan praktik yang merugikan negara.
"Wibawa Indonesia pun makin diakui dunia, tercermin dari penghormatan besar saat Presiden hadir di parade Bastille Day 2025 di Perancis," lanjut Pangi.
Ini merupakan penghormatan tinggi bagi bangsa Indonesia sekaligus menandakan posisi terhormat di kancah global.
Namun, di tengah kerja keras Prabowo, sebagian menteri dan anggota DPR justru menuai kontroversi.
"Kontras dengan Prabowo. Menteri dan DPR bisa jadi beban presiden, alih-alih mendukung kerja Presiden, sejumlah menteri dan anggota DPR justru membuat gaduh."
Baca juga: Eks Kepala BIN Ungkap Dalang di Balik Demo Rusuh di DPR
"Bukan hanya gagal membantu, bahkan terkesan menjadi beban pemerintah akibat komentar dan kebijakan yang ngawur."
"DPR sibuk berpolemik, aksi anggota DPR berjoget di ruang sidang paripurna viral dan menuai kecaman, karena terjadi di tengah kondisi rakyat yang sedang kesulitan," lanjut Pangi.
Hal lain yang juga membuat rakyat sakit hati adalah munculnya usulan tunjangan rumah Rp50 juta, komentar ngawur soal macet dan gaji guru, hingga kebijakan yang menimbulkan keresahan seperti pemblokiran rekening tidur.
Kebijakan lain yang membuat rakyat risih adalah soal keluarnya izin tambang di kawasan konservasi, hingga wacana penyitaan tanah nganggur.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.