Sengketa Hotel Sultan
Bendera KSPSI Terpasang di Hotel Sultan, Andi Gani Minta Segera Dicabut
Andi Gani Nena Wea mengaku terkejut setelah mengetahui ratusan bendera KSPSI AGN terpasang di kawasan Hotel Sultan, Senayan, Jakarta.
Ringkasan Berita:
- Andi Gani mengaku terkejut mengetahui ratusan bendera KSPSI AGN terpasang di kawasan Hotel Sultan dan memerintahkan segera dicabut.
- KSPSI menegaskan tak terlibat dalam sengketa Hotel Sultan serta menghormati proses hukum yang telah berkekuatan hukum tetap.
- Perhatian utama KSPSI adalah perlindungan terhadap ribuan pekerja Hotel Sultan agar tidak menjadi korban dampak sengketa lahan.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea mengaku terkejut setelah mengetahui ratusan bendera KSPSI AGN terpasang di kawasan Hotel Sultan, Senayan, Jakarta.
Diketahui, PN Jakarta Pusat akan melaksanakan eksekusi pengosongan kawasan Hotel Sultan pada hari ini, Kamis (18/6/2026) dibantu personel Polri/TNI sekitar pukul 09.00 WIB, sebagaimana putusan 280/Pdt.G/2025 berupa pengosongan lahan eks HGB 26 dan eks HGB 27 di Jalan Jenderal Gatot Subroto.
Andi Gani mengatakan, pihaknya tidak mengetahui siapa yang memasang bendera tersebut.
Ia pun langsung menginstruksikan jajaran pengurus KSPSI AGN untuk mendatangi lokasi guna memastikan situasi di lapangan.
"Saya terkejut mengetahui ratusan bendera KSPSI AGN dipasang di lokasi Hotel Sultan yang akan dieksekusi. Saya sudah meminta pengurus KSPSI AGN DKI Jakarta untuk langsung ke lokasi guna memastikan kondisi yang sebenarnya," kata Andi Gani dalam keterangannya, Kamis (18/6/2026).
Sebagai tindak lanjut, Andi Gani memerintahkan agar seluruh bendera KSPSI AGN yang berada di lokasi sengketa segera dicabut.
Andi juga mengaku menerima laporan bahwa pada Rabu (17/6/2026) siang terdapat aksi yang membawa atribut KSPSI AGN.
"Saya perintahkan seluruh bendera KSPSI AGN di lokasi sengketa segera dicabut. Kami akan menindak tegas pihak-pihak yang membawa-bawa atribut KSPSI AGN tanpa seizin organisasi," tegasnya.
Meski demikian, Andi Gani meminta Pemerintah memberikan perhatian serius terhadap nasib para pekerja Hotel Sultan yang berpotensi terdampak sengketa tersebut.
Menurutnya, para pekerja tidak boleh menjadi korban dari persoalan hukum yang terjadi.
"Perhatian utama kami adalah pemerintah harus memikirkan nasib ribuan pekerja. Mereka hanya mencari nafkah dan tidak terkait dengan sengketa ini," ujarnya.
Baca juga: Dikawal Polisi dan Tentara, PN Jakpus Eksekusi Putusan Pengosongan Lahan Hotel Sultan Pagi Ini
Ia menegaskan, KSPSI AGN menghormati seluruh proses hukum yang telah berkekuatan hukum tetap dan tidak akan melakukan intervensi terhadap penyelesaian sengketa, terlebih jika menyangkut aset negara.
"Kami tidak akan mengintervensi masalah hukum yang sudah berkekuatan hukum tetap, apalagi menyangkut aset-aset negara. Kami hanya menghimbau agar para pekerja Hotel Sultan menjadi perhatian Pemerintah," jelasnya.
Andi Gani kembali menegaskan bahwa KSPSI AGN bersikap netral dalam persoalan sengketa Hotel Sultan dan tidak terlibat dalam konflik tersebut.
"Fokus kami adalah memastikan hak-hak dan keberlangsungan pekerjaan para pekerja tetap mendapat perlindungan," pungkasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Hotel-Sultan-andi-gani.jpg)