Cerita Amelia Budiman Tuangkan Kisah Ikhlas Perempuan Mastektomi ke dalam Kanvas
Amelia memilih aliran realisme untuk melukis sosok perempuan Indonesia bernuansa Jawa, tersenyum dengan mata terpejam meski ada bekas luka di dadanya.
Penulis:
Eko Sutriyanto
Editor:
Willem Jonata
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Pelukis sekaligus seniman tato, Amelia Budiman, menghadirkan karya lukisan yang sarat makna, tentang keberanian dan keikhlasan seorang perempuan Indonesia yang pernah menjalani mastektomi atau operasi pengangkatan payudara.
Karya ini menjadi bagian dari Pameran & Lelang Amal “Langkah Merdeka” yang diselenggarakan Siloam Hospitals melalui program Semangat Lawan Kanker (Selangkah) bekerja sama dengan Global Auction Indonesia di Jakarta, pada 26–29 Agustus 2025.
Amelia mengungkap, proses kreatif karya ini penuh tantangan.
Meski diberi waktu dua minggu untuk menyiapkan, hampir lima hari ia belum juga menemukan konsep. Hingga akhirnya, muncul inspirasi menggambarkan sosok perempuan Indonesia dengan bekas luka mastektomi.
Baca juga: Momen Presiden Prabowo Jelaskan Lukisan Ngurah Rai ke Emannuel Macron
“Selain pelukis, saya juga tattoo artist. Saya sering diminta menutupi bekas luka, seperti operasi sesar atau implan. Tapi untuk bekas luka mastektomi, saya belum pernah. Itu jadi tantangan tersendiri,” kata Amelia kepada Tribunnews.com di sela-sela pembukaan acara, Selasa (26/8/2025).
Tanpa diduga, ia kemudian bertemu klien yang pernah menjalani mastektomi. Dari situ, Amelia bisa melihat langsung bekas luka dan memahami variasi bentuknya. Sehari kemudian, klien lain bahkan menunjukkan foto-foto ibunya yang juga menjalani prosedur serupa.
“Dari situ saya merasa diperlengkapi. Informasi yang saya butuhkan datang di waktu yang tepat. Jadi karya ini bukan lagi tentang saya, tapi tentang sesuatu yang lebih besar,” ujarnya.
Amelia memilih aliran realisme untuk melukiskan sosok perempuan Indonesia bernuansa Jawa, tersenyum dengan mata terpejam meski ada bekas luka di dadanya. Menurutnya, ekspresi itu menjadi simbol keberanian dan keikhlasan dalam menghadapi kehilangan.
“Payudara itu bagian tubuh yang sangat berharga. Tapi ketika harus diambil demi kesehatan, perempuan ini menerimanya dengan lapang dada. Bahkan kalau harus menutup mata selamanya, ia tetap ikhlas,” jelasnya.
Seni dan Kesehatan dalam “Langkah Merdeka”
Pameran & Lelang Amal “Langkah Merdeka” digelar dalam rangka memperingati HUT ke-80 Republik Indonesia. Gerakan ini mendorong kesadaran perempuan untuk membebaskan diri dari belenggu kanker payudara dan rasa takut dengan melakukan deteksi dini.
Presiden Direktur PT Siloam International Hospitals Tbk, David Utama menegaskan bahwa deteksi dini adalah kunci penyelamatan.
“Dengan deteksi dini, perempuan memiliki kesempatan lebih besar untuk sembuh, terus berkarya, dan tetap bermimpi untuk keluarga maupun masyarakat. Melalui kolaborasi seni dalam ‘Langkah Merdeka’, kami ingin menegaskan bahwa setiap perempuan berhak atas harapan, keberanian, dan masa depan yang sehat,” ungkapnya.
Rangkaian acara dimulai dengan Opening Ceremony pada 26 Agustus 2025 di Global Auction Indonesia, Jakarta Pusat, dihadiri David Utama, Amelia Budiman, sejumlah seniman, dan media.
Pameran dapat dikunjungi langsung, sementara lelang online berlangsung sejak 11–29 Agustus 2025, dengan puncak Live Auction pada 29 Agustus pukul 19.30 WIB.
Dari Kanvas untuk Kehidupan Nyata
Sebanyak 41 karya seni dari 26 seniman Indonesia ditampilkan dalam Langkah Merdeka.
Menelusuri Keindahan Jakarta Lewat Goresan Cat Akrilik Remaja Berkebutuhan Khusus Daffa Airotama |
![]() |
---|
Sinergi, Cara Yulie Nasution Berinteraksi dengan Putrinya, Hasilkan Keseimbangan Harmonis |
![]() |
---|
Vincent Van Gogh: The Immersive Experience, Pengalaman Menyusuri Karya Abadi Sang Pelukis |
![]() |
---|
Mengenal Apo Whang-Od, Seniman Tato Berusia 106 Tahun yang Jadi Cover Majalah Vogue Filipina |
![]() |
---|
Piala Dunia 2022 - Sosok Pelukis yang Pecahkan Rekor Dunia di Piala Dunia 2022 Qatar |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.