Selebgram Lula Lahfah Meninggal
Tentang Pembengkakan Usus, Penjelasan Dokter Berkait Penyakit Lula Lahfah
Kondisi ini bukan sekadar gangguan pencernaan biasa, tetapi bisa berkembang menjadi komplikasi serius jika tidak ditangani dengan tepat.
Ringkasan Berita:
- Lula Lahfah mengidap beberapa penyakit sebelum meninggal dunia
- Selain GERD, Lula mengalami pembengkakan usus
- Pembengkakan usus besar pada dasarnya berawal dari proses peradangan yang terjadi di saluran cerna
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Lula Lahfah diketahui sempat alami beberapa masalah kesehatan sebelum meninggal dunia, salah satunya pembengkakan usus.
Kondisi ini bukan sekadar gangguan pencernaan biasa, tetapi bisa berkembang menjadi komplikasi serius jika tidak ditangani dengan tepat.
Dokter Spesialis Penyakit Dalam, dr. Muhamad Reza Prabowo, Sp.PD dari Rumah Sakit Eka Hospital Cibubur menjelaskan bahwa pembengkakan usus besar pada dasarnya berawal dari proses peradangan yang terjadi di saluran cerna.
“Pembengkakan pada usus besar itu pada dasarnya disebabkan karena adanya peradangan pada usus,” ujar dr. Reza saat dihubungi Tribunnews, Selasa (27/1/2026).
Bermula dari Faktor Bakat dan Lingkungan
Menurut dr. Reza, tidak semua orang memiliki risiko yang sama.
Pada sebagian pasien, kondisi ini memang diawali dari faktor bawaan atau genetik tertentu.
Baca juga: Sering Disangka Serangan Jantung, Dokter Tegaskan GERD Tak Ganggu Kinerja Jantung
Namun, faktor genetik saja tidak cukup untuk memicu penyakit.
“Peradangan usus ini awal saja memang pasien itu sudah memiliki bakat atau genetik tertentu,” katanya.
Faktor lingkungan kemudian berperan besar memperparah kondisi tersebut.
Gaya hidup modern yang minim gerak dan pola makan yang buruk menjadi pemicu utama.
Kurangnya konsumsi serat, tingginya asupan makanan olahan, kurang minum air putih, serta aktivitas fisik yang rendah meningkatkan risiko terjadinya pembengkakan usus.
Gejala yang Sering Dianggap Sepele
Pembengkakan usus tidak selalu menunjukkan tanda yang khas, namun ada dua gejala utama yang patut diwaspadai.
Gejala pertama adalah nyeri perut yang datang dan pergi.
Nyeri ini berbeda dengan sakit maag atau GERD.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Lula-Lahfah-kronologis-meninggal.jpg)