Jelang Bulan Ramadan Seniman Betawi Hizrah Bacan Anggap Berpuasa Bagian dari Terapi Lambung
Dengan menjaga pola makan, istirahat cukup, serta asupan nutrisi yang seimbang, Ramadan diharapkan dapat dijalani tidak hanya sebagai ibadah spiritual
Ringkasan Berita:
- Ramadan tahun ini diketahui bakal jatuh pada 18 Februari
- Ibadah puasa membutuhkan ketahanan fisik sehingga sangat penting menjaga kebugaran dan kesehatan tubuh
- Khusus bagi penderita maag dan gangguan lambung, tentu saja ibadah puasa menjadi tantangan tersendiri
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Menjelang datangnya bulan suci Ramadan yang diperkirakan jatuh pada 18 Februari 2026 mendatang, musisi sekaligus seniman Betawi Ora, Hizrah Bacan, menyambutnya dengan rasa syukur dan optimisme. Ramadan, menurutnya, bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga momentum untuk memberi waktu istirahat bagi tubuh, khususnya sistem pencernaan yang selama hari-hari biasa bekerja tanpa jeda.
Baca juga: Rencana MBG Selama Bulan Ramadan Disorot, Dokter asal UI Singgung Soal Pemenuhan Nutrisi Anak
Puasa Ramadan menuntut kesiapan fisik yang baik. Bagi sebagian orang, terutama mereka yang memiliki riwayat maag atau gangguan lambung, menjalani puasa bisa menjadi tantangan tersendiri. Namun Hizrah memandang kondisi tersebut dari sudut berbeda. Pelantun tembang Gila Batu dan Gila Ahok itu meyakini puasa justru dapat menjadi momen pemulihan alami bagi organ lambung.
Menurut Hizrah, selama berpuasa, aktivitas asam lambung tidak bekerja seintens hari biasa sehingga memberi kesempatan bagi lambung untuk beristirahat. Ia menilai kondisi ini dapat membantu proses perbaikan dinding lambung, terutama jika dibarengi dengan asupan nutrisi yang tepat.
“Selama puasa, asam lambung tidak bekerja seperti biasa. Jika dibarengi dengan konsumsi madu hijau, maka proses perbaikan dinding lambung bisa berjalan optimal,” ujar Hizrah dalam pernyataannya, Selasa(27/1/2026).
Ia menyarankan konsumsi madu hijau secara rutin, yakni dua sendok makan sebelum sahur dan dua sendok makan setelah berbuka puasa. Konsumsi tersebut bisa dilakukan langsung maupun dicampur dengan air hangat, menyesuaikan kenyamanan masing-masing individu.
Lebih lanjut, Hizrah menuturkan bahwa madu hijau tidak hanya bermanfaat bagi kesehatan lambung, tetapi juga dinilai dapat membantu menjaga kondisi tubuh secara menyeluruh selama Ramadan. Ia menyebut madu tersebut kerap dimanfaatkan untuk mendukung kesehatan pernapasan, membantu menjaga kadar kolesterol, asam urat, tekanan darah, hingga daya tahan tubuh.
“Ramadan adalah momentum detoksifikasi alami tubuh. Dengan pola makan yang lebih teratur dan nutrisi yang tepat, banyak orang merasakan kondisi tubuhnya menjadi lebih ringan dan sehat,” katanya.
Hizrah juga menjelaskan madu hijau yang ia konsumsi mengandung berbagai bahan alami, seperti daun sirih, daun saga, daun mangkukan, serta akar pakis naga yang memberikan warna hijau alami. Selain itu, madu tersebut diperkaya dengan tambahan habbatussauda yang dikenal luas dalam pengobatan herbal.
“Saya menambahkan habbatussauda agar manfaatnya semakin maksimal, terutama bagi mereka yang memiliki keluhan lambung dan gangguan pencernaan,” jelasnya.
Baca juga: Cegah Kekerasan Anak Muda, Seniman Betawi Kata Baba Rilis Lagu Soal Tawuran
Mengutip laman Viral Spices, habbatussauda diketahui memiliki sejumlah manfaat kesehatan, di antaranya membantu meningkatkan daya tahan tubuh dan mendukung kesehatan sistem pencernaan. Kandungan karminatif di dalamnya dapat membantu meredakan perut kembung, gangguan pencernaan, serta rasa tidak nyaman di perut.
Sejumlah penelitian juga menyebutkan bahwa habbatussauda berpotensi membantu menjaga keseimbangan kadar gula darah dan memberikan dukungan alami bagi penderita diabetes maupun pradiabetes.
Dengan menjaga pola makan, istirahat cukup, serta asupan nutrisi yang seimbang, Ramadan diharapkan dapat dijalani tidak hanya sebagai ibadah spiritual, tetapi juga sebagai momentum menjaga kesehatan tubuh secara menyeluruh.
Baca juga: Budaya Betawi pada Misa Natal di Gereja Santo Servatius, Ada Ondel-ondel Hingga Kembang Kelapa
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/musisi-sekaligus-seniman-Betawi-Ora-Hizrah-Bacan.jpg)