Konflik Palestina Vs Israel
Israel Tahan Pemain Sepak Bola Wanita Palestina
Israel memperpanjang penahanan Rand Halawani, pemain tim nasional sepak bola wanita Palestina berusia 20 tahun, hingga Jumat
Ringkasan Berita:
- Israel memperpanjang penahanan Rand Halawani, pemain tim nasional sepak bola wanita Palestina berusia 20 tahun, hingga Jumat setelah ia ditangkap pada Selasa malam di Yerusalem.
- Militer Israel juga menangkap mantan pemain nasional Natalie Abu Diyeh beserta tiga wanita Palestina lainnya di Tepi Barat dengan tuduhan mempromosikan kegiatan terorisme.
- Asosiasi Sepak Bola Palestina mengecam penangkapan ini
TRIBUNNEWS.COM - Otoritas Israel telah memperpanjang penahanan seorang pemain tim sepak bola nasional wanita Palestina setelah ia dipanggil untuk diinterogasi di Yerusalem, demikian dilaporkan oleh pejabat Palestina.
Mengutip Al Jazeera, Asosiasi Sepak Bola Palestina (PFA) mengecam penahanan berkepanjangan Rand Halawani (20 tahun), yang ditangkap pada Selasa malam.
Dalam sebuah pernyataan, PFA menyebut penangkapan Halawani dan seorang mantan pemain tim nasional sebagai "bukan kejadian terisolasi, melainkan bagian dari pola sistematis yang terdokumentasi dengan baik mengenai penargetan atlet Palestina, yang terus berlangsung tanpa ada pertanggungjawaban."
Menurut pemerintahan Palestina untuk Yerusalem, pengadilan Israel pada hari Rabu memperpanjang penahanan Halawani hingga hari Jumat.
Militer Israel juga menangkap mantan pemain sepak bola nasional Natalie Abu Diyeh, seorang mahasiswi di Universitas Birzeit, beserta tiga wanita muda Palestina lainnya di Tepi Barat yang diduduki pada hari Selasa.
Militer menyatakan dalam keterangannya bahwa keempat wanita tersebut diduga "mempromosikan kegiatan teroris dan kegiatan lain yang berkaitan dengan terorisme."
Baca juga: 4 Bulan Dibentuk, Board of Peace Disebut Tak Miliki Dana untuk Biaya Rekonstruksi Gaza, Palestina
Universitas Birzeit mengecam penangkapan tersebut sebagai bagian dari "kebijakan sistematis Israel yang menargetkan pendidikan Palestina dan hak mahasiswa untuk melanjutkan perjalanan akademik mereka."
Uskup Imad Haddad dari Gereja Lutheran Evangelis di Yordania dan Tanah Suci, tempat Natalie Abu Diyeh bernaung, menyerukan pembebasannya.
"Kami sangat terkejut dan ngeri dengan berita ini, juga dengan kabar bahwa keluarganya belum mengetahui ke mana ia dibawa," kata Haddad dalam pernyataannya pada Selasa.
Menurut Klub Tahanan, asosiasi utama untuk hak-hak tahanan di wilayah Palestina, saat ini terdapat 89 wanita Palestina yang berada di penjara Israel, termasuk tiga anak di bawah umur dan tiga wanita hamil.
Klub Tahanan yang berafiliasi dengan Otoritas Palestina mengumumkan pada akhir Mei bahwa lebih dari 9.400 warga Palestina ditahan di penjara Israel, termasuk warga Palestina yang berkewarganegaraan Israel.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Ilustrasi-bendera-Palestina-yang-diambil-dari-Pexe.jpg)