Kamis, 28 Mei 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Teheran Berduka! Serangan Mematikan AS di Pulau Larak Tewaskan 4 Warga Iran

Serangan AS-Israel di Pulau Larak, Iran tewaskan 4 orang. Ketegangan Selat Hormuz memanas dan ancam stabilitas minyak dunia.

Tayang:

Ringkasan Berita:
  • Serangan AS dan Israel di sekitar Pulau Larak menewaskan 4 warga Iran. Korban diduga terkait Islamic Revolutionary Guard Corps atau IRGC.
  • United States Central Command mengakui melakukan operasi militer di Iran selatan sebagai “aksi pertahanan diri” dengan menargetkan peluncur rudal.
  • Pengamat menilai konflik baru Iran-AS dapat mengancam gencatan senjata Timur Tengah, memicu kenaikan harga minyak, dan mengganggu stabilitas ekonomi internasional.

TRIBUNNEWS.COM - Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali meningkat setelah AS dan Israel melancarkan serangan militer di sekitar Pulau Larak, Iran, pada Senin dini hari (25/5/2026).

Serangan tersebut dilaporkan menyebabkan 4 orang tewas, diantaranya Abbas Eslami, Ghodrat Zarangari, Abdolreza Golzari dan Satu korban lainnya belum diumumkan identitasnya secara resmi.

Hingga saat ini, identitas resmi seluruh korban belum diumumkan sepenuhnya oleh pemerintah Iran. Namun laporan media Iran menyebut para korban diduga memiliki hubungan dengan Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC), yaitu pasukan elite militer Iran.

Adapun serangan bermula ketika warga di sekitar Bandar Abbas melaporkan suara ledakan dari arah laut dan kawasan pesisir Iran selatan. Ledakan juga terdengar di wilayah Sirik dan Jask yang berada di sepanjang pantai Teluk Persia.

Tak lama setelah itu, media Iran melaporkan adanya operasi udara yang diduga melibatkan jet tempur Amerika Serikat dan Israel. Serangan disebut menargetkan kapal-kapal Iran yang berada di sekitar Pulau Larak.

Situasi di Bandar Abbas sempat membuat warga panik. Namun kantor berita Mehr News Agency kemudian melaporkan kondisi kota mulai terkendali setelah ledakan mereda.

Kendati demikian serangan mematikan ini menjadi perhatian internasional karena lokasi serangan berada dekat Selat Hormuz. Jalur laut ini memiliki peran vital dalam distribusi energi global karena sebagian besar ekspor minyak dari kawasan Teluk melewati perairan tersebut.

Apabila konflik terus meningkat di wilayah ini, dampaknya dapat mempengaruhi stabilitas harga minyak dunia, keamanan pelayaran internasional, hingga kondisi ekonomi global.

AS Sebut Serangan Sebagai Aksi Pertahanan Diri

Setelah laporan serangan di wilayah selatan Iran mulai tersebar luas, United States Central Command atau CENTCOM akhirnya mengonfirmasi bahwa pihaknya memang melakukan operasi militer di kawasan tersebut.

Operasi itu disebut dilakukan sebagai langkah “pertahanan diri” untuk melindungi pasukan Amerika Serikat yang berada di kawasan Timur Tengah.

Baca juga: Hari ke-88 Perang Iran: Rudal Menghujani Hormuz, Trump Mainkan Dua Kartu Sekaligus

Juru bicara CENTCOM, Kapten Tim Hawkins, menjelaskan bahwa serangan tersebut menargetkan sejumlah fasilitas yang dianggap dapat mengancam keamanan pasukan AS.

Target operasi meliputi lokasi peluncur rudal Iran, kapal-kapal yang diduga sedang memasang ranjau laut, hingga fasilitas militer lain di wilayah selatan Iran.

Menurut Hawkins, operasi militer itu dilakukan karena Amerika Serikat menilai terdapat peningkatan ancaman dari aktivitas militer Iran di sekitar kawasan Teluk dan Selat Hormuz.

Ia juga menegaskan bahwa operasi tersebut bertujuan menjaga keamanan Selat Hormuz yang merupakan salah satu jalur pelayaran minyak paling penting di dunia.

Sebagian besar distribusi minyak dari negara-negara Teluk melewati perairan strategis tersebut sehingga stabilitas kawasan menjadi perhatian internasional.

Sesuai Minatmu
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved