Konflik Rusia Vs Ukraina
Perang Rusia-Ukraina Hari ke-1.494, Zelenskyy Ungkap Kendala Negosiasi
Presiden Ukraina Zelenskyy mengungkapkan kendala untuk melanjutkan negosiasi antara Rusia, Ukraina, dan Amerika Serikat, terutama soal lokasi.
Ringkasan Berita:
- Perang Rusia-Ukraina memasuki hari ke-1.494, Presiden Ukraina Zelenskyy menyebut negosiasi dengan Amerika Serikat terkendala lokasi.
- Ukraina siap berunding di mana saja, namun perbedaan sikap AS dan Rusia serta konflik dengan Iran menghambat proses.
- AS membantah tuduhan Kyiv soal dorongan AS untuk menyerahkan Donbas kepada Rusia.
TRIBUNNEWS.COM - Perang antara Rusia dan Ukraina memasuki hari ke-1.494 pada Sabtu (28/3/2026).
Presiden Volodymyr Zelenskyy mengatakan bahwa Ukraina mengadakan negosiasi harian dengan pihak Amerika mengenai penyelenggaraan proses negosiasi.
Namun, karena kesulitan dalam menentukan tempat untuk negosiasi tersebut, Kyiv terpaksa bertindak sebagai mediator dalam proses ini.
"Kami berbicara dengan pihak Amerika setiap hari. Tim negosiasi kami berbicara dengan rekan-rekan mereka. Meskipun demikian, kami menghadapi kesulitan ini," kata Zelenskyy, Jumat (27/3/2026).
"Perasaan yang muncul adalah bahwa kami berperan sebagai mediator dalam proses ini, bukan sebagai pihak yang terlibat dalam perang," lanjutnya.
Menurutnya, Ukraina siap mengadakan negosiasi di mana saja, tetapi lebih menyukai negosiasi dalam format trilateral.
Pada saat yang sama, pihak Amerika hanya dapat bertemu di Amerika Serikat, sedangkan Rusia dapat bertemu di mana saja kecuali Amerika.
"Dan untuk saat ini, karena perang di Timur Tengah, perang dengan Iran, warga Amerika tidak bepergian ke luar negeri karena alasan keamanan," ujar Zelenskyy.
"Kami sedang berupaya untuk mengadakan pertemuan, agar mereka hadir di suatu tempat di Eropa, Turki, Swiss - di mana pun di Timur Tengah. Sejauh ini, ya," tambahnya, lapor Suspilne.
Pembicaraan bilateral antara Amerika Serikat dan Ukraina berlangsung pada 21–22 Maret di Miami sebagai bagian dari upaya perdamaian.
Baca juga: Iran Buka Akses Selat Hormuz untuk China, Rusia hingga India
Delegasi Ukraina dipimpin Rustem Umerov dan bertemu dengan perwakilan Presiden Donald Trump, termasuk Steve Witkoff.
Pembahasan difokuskan pada jaminan keamanan, jalur kemanusiaan, serta kemungkinan pertukaran warga.
Presiden Volodymyr Zelenskyy menyebut ada sinyal positif dari negosiasi.
Sementara itu, Rusia menolak terlibat, dan pihak AS menilai pembicaraan berlangsung konstruktif.
Berita Terbaru Perang Rusia dan Ukraina
Perang antara Rusia dan Ukraina dimulai pada 24 Februari 2022 saat Rusia melancarkan serangan militer ke berbagai wilayah di Ukraina. Serangan ini merupakan puncak dari ketegangan yang telah berlangsung cukup lama.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Z3l3nskyy-34t43t4t4t4tf4.jpg)