Iran Vs Amerika Memanas
Bagaimana China Melindungi Diri dari Krisis Minyak Iran
China mampu menghadapi krisis minyak global berkat cadangan strategis yang sangat besar dan perencanaan jangka panjang.
Ringkasan Berita:
- China mampu menghadapi krisis minyak global berkat cadangan strategis yang sangat besar dan perencanaan jangka panjang.
- Negara tersebut juga mengurangi ketergantungan pada minyak melalui pengembangan energi terbarukan dan kendaraan listrik.
- Strategi ini membuat China lebih tahan terhadap lonjakan harga minyak dibanding banyak negara lain.
TRIBUNNEWS.COM - Konflik Iran, yang awalnya diperkirakan hanya berlangsung beberapa hari, kini telah berlarut-larut selama tiga minggu dan belum menunjukkan tanda-tanda akan segera berakhir.
Akibatnya, harga minyak mengalami lonjakan tajam dan terus berfluktuasi naik setiap hari.
Mengutip The Daily Digest, setelah harga minyak mencapai 120 dolar AS per barel, puluhan negara terpaksa menggunakan cadangan minyak mentah mereka untuk mencoba menstabilkan pasar, meskipun upaya tersebut belum berhasil.
Bahkan negara-negara anggota Badan Energi Internasional (IEA), koalisi yang terdiri dari 32 negara konsumen energi utama, telah melepaskan ratusan juta barel minyak dari cadangan strategis mereka, namun harga tetap meningkat.
Blokade Selat Hormuz serta serangan terhadap fasilitas minyak di Teluk Persia oleh Amerika Serikat, Israel, dan Iran semakin memperburuk krisis yang kini berdampak hampir ke seluruh dunia.
China, yang berperan di balik layar secara relatif senyap namun aktif sejak awal konflik, tampaknya memiliki cadangan minyak strategis yang melampaui banyak perkiraan.
Menurut DW, cadangan minyak China diperkirakan mencapai 1,3 miliar barel, meskipun tidak ada angka resmi.
Jumlah tersebut, dinilai mampu menopang perekonomian China selama hampir empat bulan.
Sebagai perbandingan, total cadangan darurat publik negara-negara anggota IEA mencapai sekitar 1,2 miliar barel, yang berarti China memiliki cadangan lebih besar dibandingkan gabungan mereka.
Sementara itu, cadangan strategis Amerika Serikat diperkirakan sekitar 415 juta barel, ditambah sekitar 439 juta barel milik sektor swasta, yang secara keseluruhan cukup untuk memenuhi kebutuhan sekitar 40 hari.
Lalu, bagaimana China bisa memiliki cadangan sebesar itu?
Baca juga: 10 Negara Penghasil Minyak Terbanyak vs 10 Negara dengan Cadangan Minyak Terbanyak, Ini Perbedaannya
Jawabannya mungkin terletak pada perencanaan jangka panjang serta langkah antisipatif, terutama sejak awal 2026.
Menurut Reuters, China secara signifikan meningkatkan cadangan minyak mentahnya pada Januari dan Februari melalui peningkatan impor dan produksi domestik.
Impor minyak mentah China rata-rata mencapai 12 juta barel per hari, ditambah produksi domestik sebesar 4,42 juta barel per hari.
Sementara itu, kilang memproses sekitar 15,17 juta barel per hari pada dua bulan pertama 2026.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/n-Fase-12-Kompleks-Gas-South-Pars-Assaluyeh-Serang.jpg)