Senin, 13 April 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Pentagon Ajukan Dana Sekitar Rp3.000 Triliun Lebih untuk Perang Iran

Permintaan fantastis dari untuk membiayai perang di memicu keraguan di soal peluang lolos di Kongres.

HO/IST/Tangkap Layar/X
BUNUH RATUSAN SISWI - Gambar tangkap layar video yang menunjukkan detik-detik rudal yang diidentifikasi sebagai Tomahawk milik Amerika Serikat (AS) menghantam lokasi sekolah dasar Shajarah Tayyebeh di Teheran, Iran pada 28 Februari 2026. Permintaan fantastis dari untuk membiayai perang di memicu keraguan di soal peluang lolos di Kongres. 

 

Ringkasan Berita:
  • Pentagon ajukan lebih dari 200 miliar dolar AS untuk membiayai perang di Iran.
  • Gedung Putih ragu proposal tersebut bisa lolos persetujuan Kongres.
  • Biaya perang melonjak drastis, jauh melampaui estimasi awal pemerintah AS.

 

TRIBUNNEWS.COM - Gedung Putih dilaporkan telah dimintai Pentagon untuk menyetujui pengajuan pendanaan lebih dari 200 miliar dolar Amerika Serikat (AS) guna mempertahankan operasi militer di Iran. 

Laporan menyebutkan bahwa dana jumbo tersebut akan digunakan untuk mendukung kampanye militer yang dimulai sejak 28 Februari tersebut.

Termasuk peningkatan produksi senjata yang digunakan dalam konflik.

Departemen Pertahanan AS disebut telah mengajukan beberapa paket pendanaan dalam dua pekan terakhir.

Namun, sejumlah pejabat di Gedung Putih meragukan bahwa proposal tersebut memiliki peluang realistis untuk mendapatkan persetujuan dari Kongres, mengutip Anadolu Agency, Kamis (19/3/2026).

Nilai yang diajukan ini jauh melampaui estimasi biaya perang yang sebelumnya disampaikan ke publik.

Baca juga: Kepala Kontraterorisme AS Joe Kent Mundur Imbas Perang Iran

Penasihat ekonomi Gedung Putih Kevin Hassett, sebelumnya mengungkapkan bahwa lebih dari 12 miliar dolar AS telah dihabiskan hanya dalam dua minggu pertama operasi militer.

Sementara itu, laporan mengutip pengarahan Pentagon yang menyebutkan biaya perang mencapai lebih dari 11,3 miliar dolar AS hanya dalam enam hari pertama.

Pada awal operasi, pemerintah AS sempat menyatakan optimisme terkait ketersediaan persenjataan.

Hassett bahkan menilai bahwa Amerika Serikat memiliki stok senjata yang cukup tanpa perlu tambahan anggaran.

Hal senada juga disampaikan Menteri Pertahanan yang mengeklaim persediaan bom presisi “hampir tak terbatas”.

Konflik ini sendiri dipicu oleh serangan gabungan dan terhadap Iran yang dilaporkan telah menewaskan sekitar 1.300 orang, termasuk pemimpin tertinggi saat itu. 

Permintaan dana besar ini menandai eskalasi serius dalam konflik.

Sekaligus membuka perdebatan baru terkait beban anggaran perang di tengah ketidakpastian politik di Washington.

(*) 

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved