Iran Vs Amerika Memanas
Rudal Iran Guyur Israel dan Negara Arab 3 Jam Nonstop, Araqchi: Ini Baru Permulaan!
Serangan rudal Iran ini digambarkan sebagai gelombang terbesar sejak dimulainya perang melawan Amerika Serikat (AS) dan Israel.
Rudal Iran Guyur Israel dan Negara Arab 3 Jam Nonstop, Araqchi: Ini Baru Permulaan!
TRIBUNNEWS.COM - Angkatan bersenjata Iran, Rabu (11/3/2026) dilaporkan melancarkan gelombang baru serangan rudal dan drone terhadap Israel dan sejumlah negara Arab di kawasan Teluk.
Times of Israel melaporkan pada Rabu kalau roket-roket Iran di Israel berhasil dicegat atau jatuh di daerah yang tidak berpenghuni.
Baca juga: AS Klaim Serangan Rudal Iran Berkurang 90 Persen, Trump Ogah Serang Darat, Minta IRGC Taruh Senjata
Kantor berita Iran, Tasnim, yang dekat dengan Unit Garda Revolusi Iran (IRGC), menggambarkan serangan-serangan ini sebagai gelombang terbesar sejak dimulainya perang melawan Amerika Serikat (AS) dan Israel.
Kementerian Pertahanan Arab Saudi mengumumkan pencegatan tujuh rudal balistik dan tujuh drone di berbagai wilayah Kerajaan.
Di Kuwait, Kementerian Pertahanan mengatakan bahwa empat drone berhasil dicegat sementara yang lainnya jatuh di area terbuka.
Sirene serangan udara juga berbunyi di Bahrain.
Militer Israel mengatakan pada hari Rabu bahwa mereka telah mendeteksi dan mencegat beberapa rentetan rudal yang ditembakkan dari Iran ke arah Israel, saat mereka melancarkan "gelombang" serangan terhadap Iran dan Lebanon.
Militer Israel menyatakan melalui akun Telegram resminya: “Beberapa saat yang lalu, militer Israel mendeteksi rudal yang diluncurkan dari Iran menuju wilayah Negara Israel. Sistem pertahanan sedang berupaya mencegat ancaman ini.”
Para reporter AFP mendengar suara sirene meraung-raung di Yerusalem, serta suara ledakan.
Palang Merah Israel, Magen David Adom melaporkan tidak ada korban luka langsung setelah peluncuran roket, tetapi mengatakan tim mereka sedang merawat "sejumlah kecil orang yang terluka dalam perjalanan mereka ke daerah yang dilindungi."
Saluran televisi Israel Channel 12 melaporkan beberapa orang terluka akibat rudal Iran di dekat Tel Aviv.
Beberapa jam kemudian, militer Israel mengumumkan bahwa Iran telah meluncurkan gelombang rudal baru dan menyerukan kepada penduduk di daerah yang terkena dampak untuk menuju ke tempat perlindungan.
Magen David Adom mengumumkan setelah gelombang terakhir bahwa "tidak ada cedera".
Dia menambahkan bahwa "paramedis turun tangan untuk menangani beberapa kasus orang yang terluka dalam perjalanan mereka ke area terlindungi (tempat penampungan)."
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/siaran-langsung-serangan-drone-dan-rudal-Iran-ke-wilayah-Israel-Sabtu-malam.jpg)