Selasa, 7 April 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Imbas Perang Iran, Harga Tiket Pesawat ke Eropa Tembus Puluhan Juta Rupiah

Penutupan sejumlah bandara di timur tengah ini juga memangkas drastis kapasitas pada rute sibuk seperti Australia menuju Eropa.

Penulis: Bobby W
Editor: Endra Kurniawan
KOMPAS.com/Kristian Erdianto
ILUSTRASI MASKAPAI INTERNASIONAL - Pesawat dari maskapai penerbangan Garuda Indonesia berada di landasan pacu Bandara Internasional Juanda, Jawa Timur.Harga tiket pesawat rute Asia menuju Eropa dilaporkan melonjak drastis menyusul penutupan sejumlah pusat penerbangan utama di Timur Tengah. 

Ringkasan Berita:
  • Harga tiket pesawat rute Asia-Eropa melambung drastis akibat eskalasi konflik Amerika Serikat-Israel melawan Iran yang melumpuhkan jalur udara Timur Tengah.
  • Sejumlah bandara di timur tengah yang biasanya menjadi pusat transit seperti Dubai masih mengalami penutupan sehingga memaksa maskapai mencari rute alternatif yang lebih jauh, memakan waktu, dan boros bahan bakar.
  • Penumpang kini beralih ke hub alternatif dengan harga tiket sekali jalan yang mencapai puluhan hingga ratusan juta rupiah.

 

TRIBUNNEWS.COM - Harga tiket pesawat rute Asia menuju Eropa dilaporkan melonjak drastis menyusul penutupan sejumlah pusat penerbangan utama di Timur Tengah.

Adapun naiknya harga tiket secara drastis ini merupakan dampak dari eskalasi konflik antara Amerika Serikat-Israel melawan Iran, yang menyebabkan kapasitas penerbangan menipis dan tiket pada rute-rute populer habis terjual selama berhari-hari.

Penutupan sejumlah bandara yang biasanya menjadi pusat transit utama di kawasan timur tengah juga menjadi salah satu faktor yang membuat harga tiket melambung lantaran pihak maskapai harus mencari rute alternatif.

Seperti yang diketahui sebelumnya, Bandara Internasional Dubai yang dikenal sebagai bandara tersibuk di dunia dengan kapasitas normal lebih dari 1.000 penerbangan per hari, kondisinya masih tetap ditutup untuk hari kelima pada hari Rabu (4/3/2025).

Penutupan sejumlah bandara di timur tengah ini juga memangkas drastis kapasitas pada rute sibuk seperti Australia menuju Eropa.

Adapun maskapai yang paling merasakan imbasnya adalah Emirates dan Qatar Airways yang biasanya memegang pangsa pasar yang besar pada jalur tersebut.

Sementara itu di Australia, Flight Centre Travel Group mencatat lonjakan panggilan ke toko dan layanan bantuan darurat sebesar 75 persen sejak krisis di Iran bermula. 

Direktur Pelaksana Global, Andrew Stark, menyatakan bahwa warga Australia kini mengalihkan pemesanan penerbangan mereka melalui jalur hub alternatif seperti di China, Singapura, dan Amerika Serikat.

Salah satu penumpang yang terdampak adalah Charlotte Kennard dan ayahnya, Richard.

Dikutip dari Reuters, mereka dijadwalkan terbang dari Birmingham ke Sydney via Dubai pada hari Minggu lalu.

Namun rencana perjalanan tersebut pupus setelah konflik di Iran berlangsung.

Baca juga: Wahabisme, Geopolitik Takfiri, dan Pusaran Konflik Iran Vs Israel-USA

Meski maskapai sempat menyatakan sedang memantau situasi, mereka justru mendapati penerbangan telah dibatalkan saat tiba di bandara.

Kennard akhirnya berhasil mendapatkan kursi di penerbangan Singapore Airlines dari London dengan membayar 1.900 poundsterling atau setara Rp38.600.000 per orang untuk tiket sekali jalan.

Harga tersebut jauh lebih mahal dibandingkan tiket pulang-pergi asli mereka senilai A$2.300 atau sekitar Rp23.700.000.

Penerbangan Singapore Airlines (SIA) Boeing 777-300 ER SQ636 dari Singapura tujuan Tokyo harus dialihkan ke Taipei, Taiwan, setelah kaca depan pesawat retak saat penerbangan berlangsung, Sabtu, 27 Oktober 2024.
Penerbangan Singapore Airlines (SIA) Boeing 777-300 ER SQ636 dari Singapura tujuan Tokyo harus dialihkan ke Taipei, Taiwan, setelah kaca depan pesawat retak saat penerbangan berlangsung, Sabtu, 27 Oktober 2024. (The Straits Times/Kevin Lim)
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved