Kamis, 9 April 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Iran Kibarkan Bendera Merah Tanda Perang Suci! Teheran Siap Balas Dendam atas Kematian Khamenei

Situasi di Timur Tengah mencapai titik paling kritis! Iran mengibarkan "Bendera Merah Balas Dendam" di atas kubah Masjid Jamkaran .

Ringkasan Berita:
  • Situasi Timur Tengah mencapai titik kritis setelah Iran mengibarkan "Bendera Merah Balas Dendam" di Masjid Jamkaran pasca-tewasnya Ayatollah Khamenei.
  • Simbol ini menandakan dimulainya perang suci melawan blok AS-Israel.
  • Militer Iran dalam status siaga tempur penuh

TRIBUNNEWS.COM - Situasi di Timur Tengah mencapai titik paling kritis dalam sejarah modern.

Iran mengibarkan "Bendera Merah Balas Dendam" di atas kubah Masjid Jamkaran yang ikonik.

Pengibaran bendera ini secara tradisional melambangkan panggilan untuk perang suci atau tugas membalas darah yang tumpah, menyusul konfirmasi tewasnya Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.

Ali Khamenei dikabarkan gugur dalam serangan gabungan militer Amerika Serikat (AS) dan Israel ke Iran pada Sabtu (28/2/2026) kemarin.

Di saat yang sama, serangan dilaporkan mulai meluas ke luar wilayah Iran dengan klaim adanya ledakan di sekitar area ikonik Dubai, termasuk ancaman terhadap Burj Khalifa.

Pasukan Amerika Serikat dan Israel kini dalam status siaga tertinggi menghadapi potensi serangan balistik besar-besaran yang diprediksi akan menyasar aset-aset vital di seluruh kawasan Teluk.

Sumpah Balas Dendam Teheran

Iran telah secara resmi mengumumkan masa berkabung nasional sekaligus memicu protokol perang tertinggi.

Baca juga: Starmer Siap Bantu Negara Teluk Cegat Drone Iran, Libatkan Pakar dari Ukraina dan Militer Inggris

Pengibaran bendera merah di Qom menandakan Teheran tidak akan berhenti sebelum pembalasan setimpal dilakukan.

Militer Iran (IRGC) melaporkan telah menyiapkan ribuan rudal balistik jarak jauh yang siap diluncurkan dalam hitungan menit.

Kematian Khamenei dianggap sebagai serangan langsung terhadap kedaulatan dan identitas spiritual Republik Islam tersebut.

Eskalasi di Dubai dan Ancaman Burj Khalifa

Laporan terbaru menyebutkan adanya kepanikan di Uni Emirat Arab menyusul indikasi serangan drone ke arah Dubai.

Beberapa sumber menyebutkan sistem pertahanan udara aktif di dekat wilayah Burj Khalifa untuk mengantisipasi proyektil Iran.

Iran sebelumnya telah memperingatkan negara mana pun yang menyediakan wilayahnya bagi AS atau Israel akan menjadi target sah.

Wisatawan dan warga asing di Dubai dilaporkan mulai mencari perlindungan seiring meningkatnya aktivitas militer di ruang udara Teluk.

Respons Militer Global

Amerika Serikat telah mengerahkan kapal induk tambahan untuk memperkuat payung pertahanan bagi sekutu-sekutunya di kawasan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved