Selasa, 7 April 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Trump: Iran Sedang Kembangkan Rudal yang Ancam AS dan Eropa

Dalam pidato kenegaraan, Presiden AS Donald Trump menuduh Iran sedang mengembangkan rudal yang ancam Eropa dan pangkalan militer AS di luar negeri.

Tangkapan layar YouTube NBC News
TRUMP BERPIDATO - Tangkapan layar YouTube NBC News, memperlihatkan Presiden AS Donald Trump menyampaikan pidato kenegaraan di hadapan Kongres AS pada Selasa (24/2/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Trump menuduh Iran sedang berupaya mengembangkan rudal yang dapat mengancam Eropa dan pangkalan militer AS di luar negeri.
  • AS meningkatkan kekuatan militernya di Timur Tengah, memicu kekhawatiran akan serangan terhadap Iran.
  • Iran menolak tuduhan AS, menegaskan negaranya tidak mengembangkan senjata nuklir.
  • Menteri Luar Negeri Iran berharap AS dan Iran dapat mencapai kesepakatan yang adil soal perjanjian pengembangan program nuklir.

TRIBUNNEWS.COM - Presiden Amerika Serikat (AS) menuduh Iran sedang mengembangkan rudal yang mampu menyerang negaranya.

“Mereka telah mengembangkan rudal yang dapat mengancam Eropa dan pangkalan kita di luar negeri, dan mereka sedang berupaya membangun rudal yang akan segera mencapai Amerika Serikat,” kata Trump dalam pidato kenegaraan, tanpa memberikan bukti, Selasa (24/2/2026).

Trump telah meningkatkan kekuatan militer AS di Timur Tengah, yang ia sebut "armada".

Armada AS di Timur Tengah mencakup kapal induk Abraham Lincoln, yang didampingi oleh tiga kapal perang yang dilengkapi dengan rudal Tomahawk dan yang digunakan untuk menyerang dua fasilitas nuklir Iran pada Juni tahun lalu.

Pada akhir Januari lalu, AS juga mengirim kelompok kapal induk kedua ke Timur Tengah, termasuk USS Gerald R. Ford dan tiga kapal perusak yang menyertainya.

Selain itu, satu kapal perusak lagi dikirim ke Laut Arab bagian Utara, dan satu lagi sedang dalam perjalanan, menurut seorang pejabat Angkatan Laut, sehingga total kapal perusak di wilayah yang lebih luas menjadi 13 unit.

Kapal-kapal perang tersebut juga membawa sistem pertahanan udara, seperti dilaporkan New York Times.

Pesawat tempur siluman F-35 dan pesawat serang F/A-18 milik kapal induk tersebut berada dalam jangkauan serang puluhan target di Iran, jika Presiden Trump memerintahkan mereka untuk bertindak.

Laporan New York Times pada 30 Januari lalu, menyebutkan empat jet perang elektronik, yang digunakan untuk mengacaukan radar dan sistem komunikasi, tiba di Yordania. 

Citra satelit tanggal 30 Januari menunjukkan setidaknya lima drone MQ-9 Reaper di pangkalan tersebut.

Baca juga: Kirim Kapal Perang ke Timur Tengah, Strategi Donald Trump Intimidasi Iran di Meja Perundingan

Data pelacakan penerbangan dan gambar satelit menunjukkan bahwa Amerika Serikat mengerahkan pesawat tambahan ke kawasan tersebut, termasuk pesawat pengisian bahan bakar di udara serta pesawat pengintai dengan sensor dan kamera berteknologi tinggi. 

Selain itu, puluhan pesawat tanker dan kargo juga dipindahkan dari AS ke sejumlah pangkalan di Eropa untuk mendukung logistik pasukan di Timur Tengah.

Konsentrasi pasukan yang besar di kawasan itu memicu spekulasi bahwa Trump mungkin sedang bersiap untuk menyerang Iran jika negara itu tidak menerima tuntutan AS.

Serangan tanpa provokasi terhadap Iran, yang dibom AS pada bulan Juni tahun lalu, kemungkinan akan melanggar hukum internasional.

Trump: Serangan AS Tahun Lalu Menghancurkan Program Senjata Nuklir Iran

Dalam pidatonya, Trump kembali mengatakan bahwa serangan AS terhadap fasilitas nuklir Iran tahun lalu telah menghancurkan "program senjata nuklir" negara tersebut.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved