Iran Vs Amerika Memanas
Peluang AS Segera Serang Iran 90 Persen: Israel Memang Inginkan Perang, Teheran Bisa Serang Duluan
Ada hal yang mendorong Netanyahu untuk menyabotase negosiasi ini dengan meyakinkan Amerika bahwa Iran tidak dapat dipercaya
Peluang AS Segera Serang Iran Kini 90 Persen, Israel Memang Inginkan Perang, Teheran Bisa Serang Duluan
TRIBUNNEWS.COM - Terlepas dari narasi kalau negosiasi antara Amerika Serikat (AS) dan Iran mengalami kemajuan berarti, sejumlah pengamat menilai kalau peluang pecahnya perang justru makin besar.
Satu faktor utama dari kemungkinan kegagalan diplomasi antara AS dan Iran adalah Israel.
Para pejabat AS dan Iran memang sudah mengkonfirmasi kalau kemajuan telah dicapai selama putaran negosiasi terbaru, yang mungkin mengarah pada kesepakatan.
Baca juga: CENTCOM AS Pamer F-18 Mendarat di Kapal Induk Abraham Lincoln, Israel Beri Sinyal Serangan ke Iran
Namun hal ini tidak menghentikan Amerika Serikat untuk terus membangun kekuatan militernya di kawasan tersebut.
Pernyataan dari kedua belah pihak tidak menyembunyikan kemungkinan kalau negosiasi bisa gagal kapan saja.
Hal itu lantaran pihak AS terus berbicara tentang garis merah yang ditetapkan oleh Presiden Donald Trump, sementara Iran berulang kali menekankan, mereka tidak akan setuju untuk membahas hal-hal tertentu.
Dalam putaran negosiasi yang diadakan di Jenewa pekan ini, kedua pihak mencapai apa yang digambarkan oleh Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi sebagai prinsip-prinsip panduan utama yang mungkin memungkinkan penyusunan kesepakatan yang mungkin dapat segera dimulai.
Namun, seorang pejabat AS mengatakan kepada ABC News kalau Teheran justru mengusulkan untuk menangguhkan pengayaan uranium, sesuatu yang "tidak sesuai dengan ambisi Trump, yang ingin menghapus pengayaan sepenuhnya."
Menurut pejabat tersebut, kesepakatan dapat tercapai jika Iran menerapkan mekanisme khusus yang mengizinkan pihak asing memantau aktivitas nuklirnya.
Atas situasi ini, pejabat lain AS mengkonfirmasi kepada Axios bahwa peluang tindakan militer terhadap Iran dalam beberapa minggu mendatang adalah 90 persen.
"Trump semakin tidak sabar, meskipun orang-orang di sekitarnya memperingatkannya tentang bahaya perang, yang menurut pejabat itu "sudah sangat dekat"," tulis lapora itu dikutip dari Khaberni.
Perselisihan yang Sulit Diselesaikan
Saat ini, perselisihan AS-Iran berkisar pada tingkat pengayaan yang dapat disepakati setelah kedua pihak sepakat untuk melangkah lebih jauh dari isu penghapusan total pengayaan, kata kepala Asosiasi Jurnalis Iran, Mashallah Shamsolvaezin, yang meyakini kalau Teheran mungkin akan menerima tingkat yang diinginkan Washington, yang berkisar antara 1,6 dan 3,6.
Namun, pesimisme tetap ada di Iran terkait dengan Amerika Serikat yang terus memobilisasi pasukannya di kawasan tersebut.
Manuver ini menempatkannya pada posisi untuk bernegosiasi di ambang perang, sehingga mengurangi kepercayaan pada pernyataan yang datang dari Washington, seperti yang dikonfirmasi oleh jurnalis dan analis Shams al-Wa'izin dalam program "Course of Events".
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Iran-Vs-Israel-Rudal.jpg)