Iran Vs Amerika Memanas
Iran Rilis Nama Pejabat Israel yang Masuk Target Serangan, Netanyahu Muncul Dalam Daftar
Iran rilis daftar target pejabat Israel dan ancam serangan di tengah negosiasi nuklir dengan AS. Israel balas dengan strategi informasi ke publik Iran
Ringkasan Berita:
- TV pemerintah Iran menampilkan tujuh pejabat tinggi Israel, termasuk PM Benjamin Netanyahu, dengan simbol bidikan dan ancaman penggunaan drone.
- Aksi ini muncul di tengah pembicaraan Iran–AS dan dianggap sebagai upaya Teheran menjaga posisi tawar serta menunjukkan kesiapan militernya.
- IDF mengajak warga Iran berkomunikasi dengan Mossad melalui saluran resmi sebagai bagian dari strategi pengumpulan informasi dan perang narasi.
TRIBUNNEWS.COM - Ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat setelah sebuah saluran televisi milik pemerintah Iran menayangkan daftar berisi nama tujuh pejabat tinggi Israel yang disebut sebagai target.
Siaran tersebut ditayangkan langsung oleh saluran televisi pemerintah Iran, Ofogh pada Jumat (13/2/2026).
Selama tayangan tersebut diputar, foto para pejabat Israel ditampilkan dengan simbol bidikan yang secara luas ditafsirkan sebagai bentuk ancaman terhadap keselamatan mereka.
Nama Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menjadi figur utama yang disorot dalam daftar tersebut.
Selain Netanyahu, daftar itu juga mencantumkan sejumlah pejabat penting di bidang keamanan dan militer Israel.
Termasuk Direktur Mossad David Barnea, Menteri Pertahanan Israel, Kepala Staf Pasukan Pertahanan Israel (IDF), serta pimpinan Angkatan Udara, Intelijen Militer, dan Direktorat Operasi.
Dalam segmen yang sama, pembawa acara menyampaikan pernyataan ancaman dalam bahasa Ibrani.
Ia menyebut pihaknya akan “menentukan waktu kematian” para target dan merujuk pada penggunaan drone Ababil, yaitu pesawat tanpa awak buatan Iran.
Muncul di Tengah Negosiasi Nuklir Iran-AS
Siaran kontroversial itu terjadi saat Iran berencana menjalani pembicaraan putaran kedua dengan Amerika Serikat terkait program nuklirnya.
Perundingan tersebut bertujuan meredakan ketegangan serta membuka peluang pelonggaran sanksi ekonomi terhadap Teheran.
Namun, langkah Iran menayangkan pesan bernada ancaman dinilai sebagai sinyal jalur diplomasi tidak mengubah sikap tegas negara itu dalam hal keamanan dan pertahanan.
Baca juga: Armada Kapal Induk Kedua AS Menuju Timur Tengah, Siap Bertempur dengan Iran?
Sejumlah pengamat menilai tindakan tersebut merupakan bagian dari strategi Iran untuk menjaga posisi tawar dalam proses negosiasi.
Dengan menunjukkan kesiapan militer dan kemampuan melakukan serangan balasan, Iran ingin menegaskan dialog dengan Washington tidak berarti Teheran berada dalam posisi lemah atau bersedia tunduk pada tekanan.
Ancaman terhadap Israel yang muncul di tengah proses diplomatik juga dipandang bukan sekadar mencerminkan ketegangan regional.
Tetapi sebagai upaya Iran mempertahankan daya tawar, memperlihatkan kemampuan pertahanan, serta mencegah kemungkinan tekanan atau aksi militer selama perundingan berlangsung.