Minggu, 12 April 2026

5 Populer Internasional: Drone Kamikaze Geran yang Ditakuti Ukraina - Bonus Tentara Bayaran Rusia

Rusia disebut mampu memproduksi ratusan drone kamikaze rancangan Iran setiap hari yang menjadi ancaman bagi Ukraina.

(Tangkap layar Al Jazeera)
BERITA POPULER INTERNASIONAL - Ilustrasi Drone Shahed-136 Buatan Iran. Rusia disebut mampu memproduksi ratusan drone kamikaze rancangan Iran setiap hari yang menjadi ancaman bagi Ukraina. 

Ringkasan Berita:
  • Rusia disebut mampu memproduksi ratusan drone kamikaze rancangan Iran setiap hari yang menjadi ancaman bagi Ukraina.
  • Moskow menambah pasukan lewat perekrutan sukarela dan tentara bayaran dengan insentif besar tanpa mobilisasi nasional.
  • Sejumlah negara Eropa meningkatkan kesiapsiagaan warganya di tengah kekhawatiran konflik global yang makin meluas.


TRIBUNNEWS.COM
- Sejumlah peristiwa mewarnai pemberitaan dunia dalam 24 jam terakhir.

Presiden Ukraina menyebut Rusia mampu memproduksi sekitar 500 drone Shahed rancangan Iran setiap hari. 

Sementara itu, Rusia terus menambah kekuatan militernya di Ukraina lewat perekrutan sukarela, kontrak militer, dan tentara bayaran, bukan mobilisasi nasional besar-besaran. 

Berikut rangkuman berita populer internasional selengkapnya.

1. Drone Kamikaze Geran yang Ditakuti Ukraina, Zelensky Sebut Rusia Bisa Buat 500 Unit dalam Sehari

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengatakan Rusia memproduksi sekitar 500 drone rancangan Iran setiap hari.

Pernyataan tersebut disampaikannya dalam Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss, Kamis (22/1/2026). 

Zelenskyy berulang kali menyebut Ukraina tengah membangun 1.000 drone pencegat setiap hari.

Drone jenis quadcopter kecil itu dirancang untuk melawan pesawat nirawak musuh di udara.

"Kami memproduksinya sekitar 1.000 unit per hari," kata Zelenskyy kepada audiens di Davos.

"Kami benar-benar memproduksinya, tetapi itu tidak cukup."

"Rusia memiliki sekitar 500 drone Iran setiap hari, ditambah puluhan rudal, termasuk rudal balistik."

Istilah “drone Iran” merujuk pada keluarga amunisi jelajah Geran milik Rusia, yang sebagian besar didasarkan pada drone Shahed Iran, pesawat nirawak bersayap delta yang membawa hulu ledak eksplosif jarak jauh.

Karena kemiripan desain, Ukraina kerap menggunakan kedua nama tersebut secara bergantian.

Drone-drone ini menjadi ancaman serius bagi Ukraina, yang kerap dibombardir ratusan drone Geran dan drone umpan sekaligus dari wilayah Rusia, mengutip Business Insider.

Sebelumnya, Panglima Tertinggi Ukraina Oleksandr Syrskyi mengatakan Rusia kemungkinan menargetkan kapasitas produksi hingga 1.000 unit Geran per hari.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved