Iran Vs Amerika Memanas
Laporan Intelijen AS ke Trump: Iran dalam Berada di Titik Terlemahnya
Meskipun protes telah mereda, pemerintah Iran tetap berada dalam posisi yang sulit.
Laporan Intelijen AS ke Trump: Iran dalam Berada di Titik Terlemahnya
TRIBUNNEWS.COM - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump dilaporkan telah menerima beberapa laporan intelijen AS terkait eskalasi dengan Iran.
Laporan intelijen menunjukkan kalau posisi pemerintah Iran melemah, menurut beberapa orang yang mengetahui informasi tersebut, dikutip Khaberni, Rabu (28/1/2026).
"Laporan menunjukkan bahwa cengkeraman pemerintah Iran atas kontrol telah mencapai titik terlemahnya sejak penggulingan Shah dalam revolusi 1979," menurut laporan tersebut mengutip narasumber yang mengetahui isi laporan ke Trump.
Baca juga: Tujuh Skenario Iran Serang Daratan AS Jika Trump Serang Teheran Duluan: Pakai Drone Lintas Benua?
Laporan menyatakan, protes yang meletus akhir tahun lalu mengguncang elemen-elemen pemerintah Iran, terutama setelah mencapai daerah-daerah di negara itu yang diyakini para pejabat sebagai basis pendukung kuat Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei.
Meskipun protes telah mereda, pemerintah Iran tetap berada dalam posisi yang sulit.
Laporan intelijen AS berulang kali menyoroti bahwa, selain protes, ekonomi Iran mengalami tingkat kelemahan historis.
Kesulitan ekonomi memicu demonstrasi sporadis pada akhir Desember.
Ketika demonstrasi meluas pada bulan Januari, pemerintah Iran mendapati dirinya memiliki sedikit pilihan untuk meringankan kesulitan keuangan yang dihadapi negara.
Para pejabat Iran lalu menggunakan represi keras, yang semakin menyulitkan situasi bagi sebagian besar penduduk.
Militer AS sedang berupaya memperkuat pasukannya di kawasan tersebut, tetapi belum jelas langkah-langkah apa yang mungkin dipertimbangkan oleh pemerintahan Trump.
Belakangan, Trump menyatakan, armada AS dengan kekuatan besar melebihi aksi mereka di Venezuela tengah menuju ke Iran.
Juru bicara Gedung Putih, Carolyn Leavitt, mengatakan dalam sebuah pernyataan: “Presiden Trump terus-menerus diberi pengarahan tentang masalah intelijen di seluruh dunia. Akan menjadi kelalaian tugas sebagai Panglima Tertinggi jika dia tidak secara teratur diberi pengarahan tentang masalah-masalah ini. Mengenai Iran, Presiden Trump terus memantau situasi dengan cermat.”
Baca juga: Ledakan Terdengar di Teheran, Amerika Mulai Serangan ke Iran?
Estimasi Waktu Serangan AS ke Iran
Trump memperingatkan bahwa ia mungkin akan menyerang Iran seiring dengan meningkatnya penindakan represif pemerintah terhadap protes.
Namun, para penasihatnya terpecah pendapat mengenai manfaat serangan tersebut, terutama jika serangan itu hanya bersifat simbolis terhadap unsur-unsur pemerintah yang terlibat dalam penindakan tersebut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/donald-trump-dan-Ali-Khamenei-iran.jpg)