Minggu, 31 Agustus 2025

Trump Terapkan Tarif Timbal Balik

Trump Beri Iming-Imingi ke India, Tawarkan Diskon Tarif 25 Persen Jika Setop Borong Minyak Rusia

Pemerintahan Trump beri iming-iming ke India, tawarkan eringanan tarif hingga 25 persen jika New Delhi menghentikan pembelian minyak mentah dari Rusia

whitehouse.gov
DONALD TRUMP - Foto ini diambil dari laman whitehouse.gov pada Jumat (4/7/2025) Pemerintahan Trump beri iming-iming ke India, tawarkan eringanan tarif hingga 25 persen jika New Delhi menghentikan pembelian minyak mentah dari Rusia. 

TRIBUNNEWS.COM – Pemerintah Amerika Serikat memberikan penawaran khusus berupa keringanan tarif hingga 25 persen kepada India jika negara itu menghentikan pembelian minyak mentah dari Rusia.

Hal itu diungkap penasihat senior Gedung Putih untuk perdagangan dan manufaktur, Peter Navarro, dalam wawancara dengan Bloomberg, Rabu (27/8/2025).

Dalam pernyataan resminya, Navarro mengatakan bahwa India bisa langsung mendapatkan diskon tarif 25 persen apabila berhenti membeli minyak Rusia yang selama ini dijual dengan harga miring.

Iming-iming ini menandai sikap AS yang mulai mengendur, setelah akhir pekan lalu Presiden AS Donald Trump menjatuhkan sanksi tinggi berupa pengenaan tarif impor sebesar 50 persen kepada barang impor asal India.

Kenaikan tarif diberlakukan sebagai bagian dari sanksi tegas AS untuk menghukum New Delhi yang tetap membeli minyak murah dari Rusia, meski perang di Ukraina masih berlangsung.

Adapun jumlah volume impor minyak Rusia oleh India kini mencapai antara 1,7 hingga 2,1 juta barel per hari, menguasai sekitar sepertiga dari total konsumsi minyak negara tersebut.

“Sangat mudah. India bisa mendapatkan diskon tarif 25 persen besok jika berhenti membeli minyak Rusia dan membantu memasok mesin perang mereka,” ujar Navarro, dikutip dari Anadolu.

Menurut Washington, langkah ini sebagai jalan cepat untuk melemahkan kemampuan Moskow mendanai perang di Ukraina.

Lantaran setiap barel minyak yang dibeli India dari Rusia berarti tambahan dana segar bagi Presiden Vladimir Putin untuk membiayai perang.

Uang itu digunakan Rusia untuk membeli drone, bom, hingga amunisi yang menghantam Ukraina.

Dengan menghentikan impor, AS berharap Rusia akan kehilangan salah satu sumber pendapatan terbesar dari ekspor energinya.

Baca juga: Trump Hukum India, Jatuhi Tarif Impor 50 Persen Akibat Borong Minyak Murah Rusia

“India bisa mendapatkan diskon tarif besok jika berhenti membeli minyak Rusia. Pendapatan dari minyak itulah yang dipakai untuk membunuh warga Ukraina,” imbuhnya.

Mencegah India Terlalu Dekat ke Moskow

Tawaran ini juga mencerminkan kekhawatiran AS terhadap hubungan strategis India–Rusia.

Washington tidak ingin New Delhi semakin bergantung pada energi murah Moskow, karena hal itu akan memperkuat posisi Rusia di panggung global.

Kekhawatiran AS juga muncul karena Rusia dan Tiongkok kian mempererat kerja sama mereka.

Halaman
12
Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan