26 Pemimpin Dunia Hadiri Victory Day, Parade Militer Raksasa di China: Ada Prabowo Hingga Putin
26 pemimpin dunia dipastikan hadir dalam peringatan Hari Kemenangan China (Victory Day) yang akan digelar di Beijing pada 3 September mendatang.
Penulis:
Namira Yunia Lestanti
Editor:
Tiara Shelavie
TRIBUNNEWS.COM - Sebanyak 26 pemimpin dunia dipastikan hadir dalam peringatan Hari Kemenangan China (Victory Day) yang akan digelar di Beijing pada 3 September mendatang.
Undangan resmi tersebut disampaikan langsung oleh Presiden Tiongkok Xi Jinping, sebagaimana diumumkan Asisten Menteri Luar Negeri Hong Lei pada Kamis (28/8/2025).
Acara ini dipandang sebagai salah satu momen paling penting dalam kalender politik dan militer Beijing, karena memperingati 80 tahun kemenangan Perang Perlawanan Rakyat China Melawan Agresi Jepang sekaligus bagian dari Perang Anti-Fasis Dunia.
Adapun Victory Day China adalah peringatan resmi untuk mengenang berakhirnya perang antara Tiongkok melawan Jepang pada 1945.
Momen ini dianggap sebagai kemenangan rakyat Tiongkok atas penjajahan Jepang sekaligus simbol kontribusi Tiongkok dalam kemenangan Sekutu pada Perang Dunia II.
Victory Day China bukan sekadar pesta militer, melainkan panggung besar bagi Tiongkok menunjukkan kekuatan nasional, legitimasi politik, sekaligus posisinya dalam tatanan internasional.
Dengan menghadirkan 26 pemimpin asing, termasuk Presiden Rusia Vladimir Putin, Presiden Indonesia Prabowo Subianto, dan Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, perayaan tahun ini sekaligus menegaskan peran Beijing sebagai pusat diplomasi global di Asia.
Daftar Pemimpin Dunia yang Hadir
Mengutip dari laman lokal Xinhua, setidaknya ada 26 kepala negara dan pemerintahan dipastikan datang, antara lain:
Baca juga: Kim Jong Un dan Putin Akan Hadiri Parade Militer di Beijing, Momen Diplomatik Bersejarah bagi China
- Presiden Rusia Vladimir Putin
- Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un
- Raja Kamboja Norodom Sihamoni
- Presiden Vietnam Luong Cuong
- Presiden Laos Thongloun Sisoulith
- Presiden Indonesia Prabowo Subianto
- Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim
- Presiden Mongolia Ukhnaa Khurelsukh
- Perdana Menteri Pakistan Shahbaz Sharif
- Perdana Menteri Nepal KP Sharma Oli
- Presiden Maladewa Mohamed Muizzu
- Presiden Kazakhstan Kassym-Jomart Tokayev
- Presiden Uzbekistan Shavkat Mirziyoyev
- Presiden Tajikistan Emomali Rahmon
- Presiden Kirgistan Sadyr Japarov
- Presiden Turkmenistan Serdar Berdimuhamedov
- Presiden Belarusia Alexander Lukashenko
- Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev
- Perdana Menteri Armenia Nikol Pashinyan
- Presiden Iran Masoud Pezeshkian
- Presiden Republik Kongo Denis Sassou Nguesso
- Presiden Zimbabwe Emmerson Mnangagwa
- Presiden Serbia Aleksandar Vucic
- Perdana Menteri Slovakia Robert Fico
- Presiden Kuba Miguel Diaz-Canel
- Pejabat presiden Myanmar, Min Aung Hlaing.
Rangkaian Acara Victory Day
Parade akan dibuka dengan pidato resmi Presiden Xi Jinping di Lapangan Tiananmen. Xi diperkirakan menekankan makna historis perjuangan rakyat Tiongkok serta komitmen negaranya dalam menjaga perdamaian dunia.
Setelah itu, acara dilanjutkan dengan upacara peletakan karangan bunga di Monumen Pahlawan Rakyat, yang diikuti para pemimpin asing sebagai penghormatan terhadap korban perang.
Bagian utama peringatan ini adalah defile militer darat yang melibatkan ribuan personel Tentara Pembebasan Rakyat (PLA). Pasukan elite, marinir, hingga unit khusus akan tampil dengan formasi barisan rapi.
Tiongkok juga akan memamerkan persenjataan modern, termasuk rudal balistik antarbenua (ICBM), rudal hipersonik, tank generasi baru, drone tempur, dan sistem pertahanan udara.
Atraksi spektakuler lainnya adalah parade udara, di mana puluhan jet tempur, helikopter, dan pesawat angkut militer akan melakukan manuver di langit Beijing.
Selain itu, ratusan kendaraan lapis baja dan artileri berat juga akan melintas dalam defile kendaraan tempur.
Acara akan ditutup dengan pertunjukan seni dan budaya bertema patriotisme, seperti orkestra militer, paduan suara, dan penampilan kesenian yang menggambarkan semangat perjuangan rakyat Tiongkok.
(Tribunnews.com / Namira)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.