Mentan Amran Targetkan Hilirisasi Kelapa Tembus 154 Ribu Hektare pada 2026
Pelaku usaha didorong masuk industri pengolahan untuk tingkatkan nilai tambah dan daya saing global.
Ringkasan Berita:
- Pemerintah menargetkan hilirisasi kelapa mencapai 150–154 ribu hektare pada 2026, naik signifikan dari 2025.
- Program ini diproyeksikan menyerap hingga 1,6 juta tenaga kerja hingga 2027.
- Pelaku usaha didorong masuk industri pengolahan untuk tingkatkan nilai tambah dan daya saing global.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menantang pengusaha, terlebih mereka yang merupakan generasi muda, untuk mengambil peran dalam mengembangkan industri kelapa melalui penguatan hilirisasi.
Kata dia, industri kelapa di Indonesia harus memiliki nilai tambah dan berdaya saing di pasar global.
Terlebih kata dia, Indonesia memiliki potensi kelapa yang sangat besar, namun belum dioptimalkan dari sisi pengolahan.
Baca juga: Hilirisasi Tahap II Dimulai, Industri Sawit Terintegrasi Disiapkan PTPN di Sei Mangkei Sumut
"Kelapa kita sangat melimpah dan nilainya bisa meningkat berkali-kali lipat jika diolah. Tapi industri pengolahannya masih terbatas. Ini peluang besar yang harus segera diambil," ujar Amran dalam keterangan resminya, Sabtu (2/5/2026).
Amran memastikan, pemerintah sendiri terus mempercepat pengembangan hilirisasi kelapa secara nasional.
Dimana pada 2026, pengembangan kawasan hilirisasi ditargetkan mencapai 150.000 hingga 154.000 hektare, melonjak signifikan dari sekitar 11.515 hektare pada 2025.
"Program ini menjadi bagian dari strategi besar hilirisasi perkebunan nasional yang ditargetkan mampu menyerap hingga 1,6 juta tenaga kerja hingga 2027," ucap dia.
Lebih lanjut, Amran juga menyatakan, langkah tersebut diharapkan dapat mendorong peningkatan nilai tambah komoditas kelapa yang selama ini masih didominasi ekspor bahan mentah, sekaligus membuka peluang industri pengolahan di dalam negeri.
Dirinya lantas menekankan kepada siapapun pebisnis muda untuk berani masuk dalam sektor utama di setiap komoditas.
"Kalau jadi pengusaha, jangan terlalu banyak berpikir tanpa aksi. Harus berani. Mulai saja dulu, bangun pabrik, kembangkan usaha. Peluang itu tidak datang dua kali," tegasnya.
Kata Amran, keterlibatan pengusaha di pengembangan industri kelapa diyakininya bisa berperan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Apalagi, saat ini permintaan global terhadap produk turunan kelapa sedang meningkat. Amran mengajak pelaku usaha untuk memanfaatkan momentum tersebut.
"Kalau kita serius membangun dari hulu ke hilir, Indonesia bisa menjadi pemain utama dunia. Kita punya semua, lahan, iklim, dan sumber daya," kata dia.
"Jangan hanya jadi penonton. Indonesia butuh pengusaha berani yang siap membangun industri dan membuka lapangan kerja. Kita bisa menjadi kekuatan ekonomi dunia," tukas Amran.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Amran-Sulaiman-stok-beras-OK.jpg)