Sabtu, 2 Mei 2026

Harga Saham

IHSG Ambles 3 Persen Menjauhi Level 7.000, Ini Biang Keroknya

Sepanjang perdagangan hingga pukul tersebut, IHSG bergerak pada rentang 6.876,58 hingga 7.109,00.

Tayang:
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
IHSG MELEMAH - Pengunjung melihat layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. Sekitar pukul 13.47 WIB, IHSG sudah anjlok 3,09 persen ke level 6.883,36. 

Ringkasan Berita:
  • IHSG turun lebih dari 3 persen ke kisaran 6.880, keluar dari level 7.000.
  • Tekanan berasal dari geopolitik, revisi proyeksi global IMF, dan potensi capital outflow.
  • Sikap The Fed yang menahan suku bunga serta kenaikan harga energi turut menekan pasar.

 


TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Kamis (30/4/2026) meninggalkan level 7.000.

Saat pembukaan perdagangan di pagi hari, IHSG menguat tipis 0,03 persen ke 7.103, tetapi hingga 5 menit perdagangan melemah 0,56 persen di level 7.061.

Pelemahan IHSG semakin dalam, pada sesi dua perdagangan ambles 2 persen lebih.

Baca juga: Pasar Saham Asia Pasifik Hari Ini Rontok, IHSG Melemah Tajam Siang Ini

Sekitar pukul 13.47 WIB, IHSG sudah anjlok 3,09 persen ke level 6.883,36.

Sepanjang perdagangan hingga pukul tersebut, IHSG bergerak pada rentang 6.876,58 hingga 7.109,00.

Adapun nilai transaksi mencapai Rp12,60 triliun dengan melibatkan 25,02 miliar lembar saham.

Faktor IHSG Tertekan

Tekanan terhadap IHSG masih didominasi oleh faktor eksternal. 

Beberapa di antaranya adalah ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran yang belum mereda, yang berpotensi menekan pertumbuhan ekonomi global.

Selain itu, International Monetary Fund (IMF) juga telah memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi global untuk 2026. 

Risiko lain datang dari potensi aksi jual bersih atau net sell investor asing di pasar emerging market seperti Indonesia, seiring tingginya permintaan terhadap dolar AS yang tercermin dari penguatan indeks dolar (DXY), serta volatilitas harga energi dan komoditas.

Head of Research and Education Phintraco Sekuritas Valdy Kurniawan melihat secara teknikal, IHSG telah menembus ke bawah level support psikologis 7000 serta MA5, yang diikuti dengan pelebaran negatif pada histogram MACD. 

"Dengan kombinasi sinyal tersebut, kami memperkirakan IHSG akan bergerak melemah dan berpotensi menguji 6975 pada sesi kedua perdagangan hari ini," kata Valdy dalam risetnya.

Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman mengatakan, tekanan utama datang dari kenaikan harga minyak dunia, serta sikap The Fed yang kembali menahan suku bunga di tengah kekhawatiran inflasi yang belum mereda. 

Tercatat, The Fed mempertahankan suku bunga acuan sekitar 3,5%-3,75%. 

"Ketua The Fed Jerome Powell menegaskan, kenaikan harga energi berpotensi mendorong inflasi jangka pendek, memperkuat ekspektasi bahwa suku bunga akan bertahan tinggi lebih lama," paparnya.

Ia memperkirakan IHSG hari ini bergerak pada kisaran 6.900-7.000.

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved