Iran Vs Amerika Memanas
Daftar 84 Negara yang Naikkan Harga BBM Imbas Perang di Timur Tengah
84 negara telah melaporkan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) sejak serangan terhadap Iran oleh AS dan Israel.
Ringkasan Berita:
- Perang di Timur Tengah antara Iran melawan Israel dibantu AS mulai berdampak pada stok BBM.
- Setidaknya hingga hari ini 84 negara telah menaikkan harga BBM.
- Pemerintah Indonesia belum menaikkan harga BBM setidaknya hingga Idul Fitri 1447 Hijriah.
- Negara-negara di Asia umumnya paling terdampak pada perang di Timur Tengah menyusul penutupan Selat Hormuz.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Setidaknya 84 negara telah melaporkan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) sejak serangan terhadap Iran oleh AS dan Israel dimulai pada 28 Februari 2026 lalu.
Di Amerika Serikat (AS) harga satu galon bensin biasa yang rata-rata $2,94 pada Februari 2026 kini naik menjadi $3,58 atau mengalami kenaikan sebesar 20 persen.
Hal itu berdasarkan data dari AAA Fuel Prices, sebuah pelacak harga bahan bakar ritel dari American Automobile Association (AAA).
Meskipun setiap negara bagian AS menetapkan harga BBM-nya sendiri namun beberapa negara bagian telah melampaui harga $4 per galon, California melebihi $5 per galon, harga tertinggi dalam lebih dari dua tahun terakhir.
Negara mana saja yang mengalami kenaikan harga bensin paling tajam?
Menurut data yang dianalisis dari Global Petrol Prices, sebuah platform data yang melacak dan menerbitkan harga energi ritel di sekitar 150 negara, setidaknya 84 negara telah melaporkan kenaikan harga BBM sejak perang Iran dengan Israel yang dibantu AS meletus pada 28 Februari.
Beberapa negara hanya mengumumkan perubahan harga di akhir setiap bulan, sehingga harga yang lebih tinggi diperkirakan akan terjadi di banyak negara lain pada April ini.
Vietnam mencatat kenaikan harga bensin tertinggi, hampir 50 persen, naik dari $0,75 per liter bensin oktan 95 pada 23 Februari menjadi $1,13 pada 9 Maret.
Laos menyusul dengan kenaikan 33 persen, Kamboja 19 persen, Australia 18 persen, dan AS 17 persen.
Berikut 84 negara dan wilayah di dunia yang menaikan harga BBM menurut data Global Petrol Prices pada 11 Maret 2026 seperti dilansir dari Aljazeera.
Afghanistan, Albania, Andorra, Argentina, Aruba, Australia, Austria, Barbados, Belgia, Bhutan, Bosnia and Herzegovina, Brazil, Bulgaria, Burundi, Cambodia (Kamboja), Canada (Kanada), Cape Verde, Cayman Islands, China, Costa Rica, Curacao, Cyprus, Denmark, Dominican Republic, DRC, Egypt (Mesir), El Salvador, Ethiopia, France (Prancis), Georgi, Germany (Jerman), Ghana, Greece (Yunani), Grenada, Guatemala, Honduras, Hong Kong, Iceland (Islandi), Israel, Italia, Jamaica, Jepang, Jordania, Kazakhstan, Kyrgyzstan, Laos, Latvia, Lebanon, Liberia, Liechtenstein, Lithuania, Luxembourg,
Malaysia, Mauritius, Moldova, Morocco (Maroko), Mozambique, Myanmar, Netherlands (Belanda), Nicaragua, Nigeria, North Macedonia, Pakistan, Panama, Peru, Puerto Rico, Qatar, Romania,
Rwanda, Seychelles, Singapore, South Korea (Korea Selatan), Spain (Spanyol), Suriname, Swedia,
Tanzania, Tunisia, Turkiye, UAE, UK (Inggris), Ukraina, United States (AS), Vietnam, dan Zimbabwe.
Penyebab utama kenaikan harga BBM
Asia sangat bergantung pada Selat Hormuz untuk pengiriman minyak dan gasnya, yang secara efektif telah ditutup oleh Iran sejak awal perang.
Selat ini menghubungkan Teluk – yang juga disebut Teluk Persia dan Teluk Arab – dengan Teluk Oman dan merupakan satu-satunya jalur bagi produsen minyak di kawasan ini ke laut lepas.
Jepang dan Korea Selatan termasuk negara yang paling rentan, masing-masing mengimpor 95 persen dan 70 persen minyak mereka dari Teluk.
Kedua negara Asia Timur tersebut telah memberlakukan langkah-langkah darurat untuk menstabilkan pasar energi mereka.
Pada tanggal 8 Maret, Jepang menginstruksikan lokasi cadangan minyaknya untuk bersiap menghadapi potensi pelepasan cadangan strategis.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/ilustrasi-bbme23rwe.jpg)