Rabu, 8 April 2026

Program Makan Bergizi Gratis

Celios Minta Pemerintah Realokasi Anggaran MBG untuk Subsidi Energi

Pemerintah diminta segera melakukan pembahasan realokasi anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk subsidi energi.

Tribun Depok/istimewa
REALOKASI ANGGARAN - Foto menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN Mampang 1, Kota Depok, Jawa Barat. Pemerintah diminta segera melakukan pembahasan realokasi anggaran program MBG untuk subsidi energi di tengah kondisi fiskal Indonesia yang makin tertekan karena konflik perang antara Amerika Serikat-Israel terhadap Iran. 

Ringkasan Berita:
  • Pemerintah diminta segera melakukan pembahasan realokasi anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk subsidi energi.
  • Realokasi anggaran terbuka untuk dilakukan mengingat kondisi fiskal Indonesia yang makin tertekan karena konflik perang antara Amerika Serikat-Israel terhadap Iran.
  • Menyelamatkan perekonomian Indonesia jauh lebih penting melalui penyesuaian anggaran mengingat nilai tukar rupiah juga terus merosot dan sempat menembus Rp17.000.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah diminta segera melakukan pembahasan realokasi anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk subsidi energi.

Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira mengatakan, realokasi anggaran terbuka untuk dilakukan mengingat kondisi fiskal Indonesia yang makin tertekan atas konflik perang antara Amerika Serikat-Israel terhadap Iran.

"Sebaiknya segera bahas realokasi anggaran MBG, digeser untuk tambah bantalan perlindungan sosial dan subsidi energi," kata Bhima kepada Tribunnews.com, Selasa (10/3/2026).

Bahkan lebih ekstremnya, Bhima meminta kepada pemerintah agar program MBG tersebut dikurangi pelaksanaannya.

Menurutnya, menyelamatkan perekonomian Indonesia jauh lebih penting melalui penyesuaian anggaran mengingat nilai tukar rupiah juga terus merosot dan sempat menembus Rp17.000.

"Bahkan MBG bisa dikurangi untuk mendorong percepatan pembangunan 100 GW (Giga Watt) panel surya sebagai backup ketika krisis minyak terjadi," ucap dia 

Hal serupa juga disampaikan, Peneliti Pusat Makroekonomi dan Keuangan Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Abdul Manap Pulungan.

Pulungan meminta, dibanding pemerintah meminta kepada masyarakat untuk bersiap menghadapi masa sulit, sebaiknya yang perlu dilakukan yakni merealokasikan anggaran MBG.

Baca juga: Celios Soroti Makin Memburuknya Disiplin Fiskal Pemerintah, Purbaya Dinilai Over Promised 

Terlebih, anggaran untuk program utama pemerintah itu cukup besar, yakni mencapai lebih dari Rp350 Triliun.

"Saya pikirnya MBG lah. Karena kan dia lebih dari Rp350 triliun ya di MBG gitu kan? Sementara kalau tetap seperti ini anggarannya kita belum lagi bayar bunga utang kan tahun ini sampai bunga utang dan pokoknya itu hampir lebih dari Rp800 triliun," ucap Pulungan.

Atas hal itu, Pulungan berharap agar pemerintah lebih legawa merelakan program MBG demi menjadikannya buffer untuk subsidi energi dan jaminan sosial.

"Jadi mau apa lagi yang akan direlokasi kecuali MBG ini? Di tengah-tengah situasi yang berat seperti ini memang pemerintah pada akhirnya harus legowo agar program-program yang memang dijanjikan di kampanye itu bisa dikurangi dulu gitu ya," ucap dia.

Baca juga: Penggugat Anggaran MBG Sorot Gaji Guru Honorer: Cuma Rp 13 Ribu Sehari, Untuk Apa?

Pulungan juga menyoroti pernyataan dari Menteri Keuangan RI (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa yang menyebut kalau Anggaran Pendapatan Belanja Negara RI (APBN) yang defisit Rp135,7 Triliun di Februari 2026.

Kata dia, kondisi tersebut harus menjadi perhatian serius bagi pemerintah, lantaran defisit terjadi masih di awal tahun dan masa Timur Tengah sedang konflik.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved