Selasa, 7 April 2026

Perjanjian Dagang RI dengan AS

Menko Airlangga Tegaskan Tarif Dagang RI-AS Turun Jadi 15 Persen

Menko Airlangga Hartarto menyatakan, kebijakan tarif dagang RI-Amerika Serikat (AS) turun menjadi 15 persen dari sebelumnya 19 persen.

Penulis: Nitis Hawaroh
Editor: Sanusi
Tribunnews.com/Endrapta Ibrahim Pramudhiaz
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan, kebijakan tarif dagang RI-Amerika Serikat (AS) turun menjadi 15 persen dari sebelumnya 19 persen. 

Ringkasan Berita:
  • Pemerintah Indonesia dan Amerika Serikat (AS) resmi menyepakati kerja sama perdagangan melalui penandatanganan Agreement on Reciprocal Trade
  • Kesepakatan ini merupakan kelanjutan dari perjanjian 22 Juni 2025, yang menurunkan tarif resiprokal Indonesia ke AS dari 32 persen menjadi 19 persen

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan, kebijakan tarif dagang RI-Amerika Serikat (AS) turun menjadi 15 persen dari sebelumnya 19 persen.

Hal ini terjadi setelah Mahkamah Agung Amerika Serikat membatalkan tarif besar-besaran yang diberlakukan Donald Trump. 

"Tarif, kan global tarif 15 persen, maka yang berlaku adalah global tarif yang 15 persen," kata Airlangga di Kementerian Ketenagakerjaan, Jumat (27/2/2026).

Baca juga: CSIS: Tarif Resiprokal Tak Otomatis Paksa Indonesia Berpihak ke Amerika

Menko Airlangga menegaskan bahwa perjanjian Agreement on Reciprocal Trade (ART) yang sudah ditandatangani itu tetap berjalan dan berlaku 90 hari setelah ratifikasi.

"Nggak batal, itu kan baru berlaku sesudah 90 hari dan sesudah ratifikasi," terang dia.

Sebelumnya, Pemerintah Indonesia dan Amerika Serikat (AS) resmi menyepakati kerja sama perdagangan melalui penandatanganan Agreement on Reciprocal Trade (ART) bertajuk “Toward a New Golden Age for the US-Indonesia Alliance”.

Airlangga mengatakan, kesepakatan tersebut ditandatangani langsung oleh Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden AS Donald Trump dalam pertemuan bilateral yang berlangsung sekitar 30 menit setelah kegiatan courtesy call.

"Hari ini, tadi pagi Bapak Presiden langsung menandatangani kerja sama Agreement of Reciprocal Trade yang diberi judul "Toward a New Golden Age for the US-Indonesia Alliance" dan ditandatangani secara bersama, baik oleh Bapak Presiden Prabowo maupun Presiden Donald Trump," kata Airlangga dalam Konferensi Pers secara virtual, Jumat (20/2/2026).

Kesepakatan ini merupakan kelanjutan dari perjanjian 22 Juni 2025, yang menurunkan tarif resiprokal Indonesia ke AS dari 32 persen menjadi 19 persen.

Selain itu, Airlangga menegaskan bahwa Indonesia dan Amerika Serikat sepakat untuk memperkuat kerja sama ekonomi dan mendorong pertumbuhan ekonomi melalui pembentukan Council of Trade and Investment.

Forum ini akan menjadi wadah resmi untuk membahas berbagai persoalan investasi dan perdagangan antara Indonesia dan AS. Jika terjadi kenaikan tarif yang dianggap terlalu tinggi atau berpotensi mengganggu neraca perdagangan kedua negara, maka pembahasan akan dilakukan terlebih dahulu di dalam forum tersebut.

"Ini salah satu daripada perjanjian yang membentuk Council of Trade and Investment. Sehingga ini menjadi forum ekonomi kedua negara," terang Airlangga.

Airlangga menegaskan, tujuan dan visi perjanjian ini adalah mewujudkan kemakmuran ekonomi bersama, memperkuat rantai pasok, serta menghormati kedaulatan masing-masing negara.

"Jadi saya garis bawahi, menghormati kedaulatan dari masing-masing negara, itu menjadi bagian daripada perjanjian yang ditandatangani," ungkap dia.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved